Kredit Foto: Fajar Sulaiman
Menurutnya, dalam kondisi seperti saat ini, strategi yang pasif bukan hanya tidak optimal, tapi bisa juga merugikan. Simpan membangun dua produk yang saling melengkapi untuk menavigasi lingkungan ini. Pertama, Actively Managed Portfolio (AMP) adalah layanan portofolio reksa dana yang dikelola secara aktif, mencakup ekuitas, obligasi, dan pasar uang, dengan rebalancing bulanan berdasarkan model kuantitatif dan penilaian profesional.
Sejak diluncurkan pada Januari 2026, layanan AMP berhasil membatasi kerugian secara signifikan di tengah penurunan tajam IHSG yang mencapai -34,5%. Bahkan portofolio AMP dengan risiko tertinggi (R5) hanya mencatat kerugian -12%, memberikan keunggulan perlindungan modal sebesar 22,5 poin persentase dibandingkan indeks.
Kedua, Simpan Dollar Bond Fund (DBF) yang hadir untuk menjawab risiko yang berbeda. Pelemahan rupiah dalam jangka panjang. IDR telah melemah rata-rata 5% per tahun selama 15 tahun terakhir, sementara inflasi domestik bertahan di sekitar 3%. Artinya, investasi rupiah perlu menghasilkan minimal 8% per tahun hanya untuk menyamai nilai dolar.
Baca Juga: Genjot Investasi Jabar, Stabilitas Daerah Jadi Kunci Kepercayaan Investor
DBF menawarkan eksposur ke obligasi pemerintah dan korporasi berdenominasi USD, dengan target imbal hasil bersih sekitar 4,55% per tahun dalam USD, yang secara efektif memberi investor Indonesia lindung nilai terhadap depresiasi rupiah. Kedua produk ini bukan pilihan alternatif satu sama lain. Mereka dirancang untuk bekerja bersama, membangun portofolio yang seimbang antara pertumbuhan berbasis IDR dan perlindungan nilai berbasis USD.
"Ke depan, Simpan tidak melihat kondisi saat ini sebagai krisis. Ini adalah dislokasi yang menciptakan peluang bagi investor yang memiliki strategi dan kesabaran yang tepat. Ketika aset murah bertemu dengan lingkungan makro yang masih konstruktif, itu adalah salah satu setup paling menarik yang bisa ditawarkan pasar," tukasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Fajar Sulaiman
Editor: Fajar Sulaiman
Tag Terkait: