OJK Catat Pembiayaan PayLater Tembus Rp12,93 Triliun, Pelaku Industri Perluas Ekspansi
Kredit Foto: Antara/Aprillio Akbar
PT Indodana Multi Finance memanfaatkan ajang Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2026 untuk memperluas penggunaan layanan pembiayaan digital melalui Indodana PayLater di tengah tingginya aktivitas belanja masyarakat.
Jakarta Fair yang berlangsung pada 11 Juni hingga 12 Juli 2026 menjadi salah satu momentum penting bagi pelaku industri pembiayaan untuk menjangkau konsumen secara langsung. Melalui berbagai program promosi, Indodana menargetkan peningkatan penggunaan layanan buy now pay later (BNPL) selama pameran berlangsung.
Direktur PT Indodana Multi Finance Iwan Dewanto mengatakan Jakarta Fair tidak hanya menjadi pusat transaksi ritel, tetapi juga destinasi hiburan dan rekreasi keluarga yang mampu menarik jutaan pengunjung setiap tahun.
"Jakarta Fair Kemayoran merupakan salah satu momentum belanja terbesar yang selalu dinantikan masyarakat setiap tahunnya. Kami melihat pengunjung datang tidak hanya untuk berbelanja, tetapi juga menikmati kuliner, hiburan, dan sejumlah aktivitas bersama keluarga," ujar Iwan dalam keterangan tertulis, Selasa (23/6/2026).
Menurutnya, kehadiran Indodana PayLater di Jakarta Fair merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas akses pembiayaan digital sekaligus memberikan alternatif metode pembayaran yang lebih fleksibel bagi masyarakat.
Selama penyelenggaraan Jakarta Fair, layanan Indodana PayLater dapat digunakan di lebih dari 60 merchant yang bergerak di berbagai sektor, mulai dari gadget, elektronik, fesyen, gaya hidup, hingga layanan kesehatan.
Selain digunakan untuk transaksi produk ritel, layanan BNPL tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk memperoleh potongan harga tiket masuk Jakarta Fair dan berbagai penawaran tambahan dari merchant yang berpartisipasi.
Baca Juga: OJK Khawatir Utang Paylater Makin Menggunung, Siap Keluarkan Aturan Pembatasan
Baca Juga: Utang Paylater Masyarakat Melejit Lagi! OJK Catat Tembus Rp12,81 Triliun
Langkah ekspansi perusahaan dilakukan di tengah pertumbuhan industri BNPL yang masih menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), penyaluran pembiayaan BNPL oleh perusahaan pembiayaan mencapai Rp12,93 triliun pada April 2026 atau tumbuh 56,92% secara tahunan (year on year/yoy).
Di saat yang sama, kualitas pembiayaan tetap terjaga dengan rasio pembiayaan bermasalah (non-performing financing/NPF) bruto sebesar 2,99%.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan layanan pembiayaan digital semakin diterima masyarakat sebagai alternatif pembayaran untuk memenuhi berbagai kebutuhan konsumsi, terutama pada periode belanja berskala besar seperti Jakarta Fair Kemayoran.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: