PM Inggris Mundur! Pidato Emosional Keir Starmer, Akhiri Jabatan Setelah Kurang dari Dua Tahun
Kredit Foto: Gemini/Wahyu Pratama
Laju pergantian pemimpin di Inggris kembali mencatat babak baru setelah Perdana Menteri Keir Starmer mengumumkan pengunduran dirinya, membuka jalan bagi lahirnya pemimpin ketujuh negara itu dalam kurun satu dekade terakhir.
Keputusan tersebut memperpanjang periode ketidakstabilan politik yang terus membayangi Inggris sejak pertengahan 2010-an, ketika pergantian pemerintahan terjadi dalam tempo yang relatif singkat.
Dikutip dari Reuters, Starmer menyatakan dirinya akan meninggalkan jabatan sebagai pemimpin Partai Buruh sekaligus membuka proses transisi menuju kepemimpinan baru.
"Setiap keputusan yang saya ambil adalah untuk mengutamakan negara yang saya cintai. Itulah mengapa saya akan mengundurkan diri sebagai pemimpin Partai Buruh," kata Starmer sambil terisak dalam pidato emosionalnya di depan kantor Perdana Menteri di 10 Downing Street.
Meski mengumumkan pengunduran diri, Starmer menegaskan akan tetap menjalankan tugas sebagai perdana menteri sampai pengganti resminya terpilih melalui mekanisme internal partai.
Ia juga berjanji memastikan proses pergantian kepemimpinan berjalan tertib agar tidak menimbulkan gejolak tambahan bagi pemerintahan.
Pengunduran diri itu terjadi saat masa jabatan Starmer bahkan belum mencapai dua tahun sejak Partai Buruh mengambil alih pemerintahan.
Perjalanan politiknya selama memimpin diwarnai berbagai perubahan kebijakan yang menuai perdebatan, sekaligus tingkat kepuasan publik yang terus menurun dalam beberapa bulan terakhir.
Situasi tersebut memunculkan tekanan politik yang semakin besar dari dalam maupun luar partainya.
Spekulasi mengenai masa depan Starmer sebenarnya telah berkembang dalam beberapa pekan terakhir, terutama setelah politisi senior Partai Buruh Andy Burnham dijadwalkan kembali menduduki kursi parlemen usai memenangkan pemilu sela yang penting.
Kembalinya Burnham ke Westminster memunculkan prediksi bahwa persaingan kepemimpinan di internal Partai Buruh akan semakin terbuka.
Berdasarkan aturan partai, pemimpin Partai Buruh harus berasal dari anggota parlemen aktif sehingga kemunculan sejumlah figur baru langsung memanaskan bursa calon pengganti Starmer.
Partai Buruh kini bersiap memulai proses pemilihan pemimpin baru yang dijadwalkan berlangsung mulai Juni mendatang.
Hasil pemilihan tersebut nantinya akan menentukan siapa yang akan menempati kursi perdana menteri berikutnya.
Jika proses tersebut berjalan sesuai jadwal, Inggris akan kembali memiliki kepala pemerintahan baru dalam waktu dekat.
Kondisi ini sekaligus menegaskan tingginya tingkat pergantian pemimpin di Inggris yang belum pernah terjadi dalam sejarah politik modern negara tersebut.
Baca Juga: Di Ambang Kejatuhan, PM Inggris Keir Starmer Santer Dikabarkan Bakal Mundur
Dalam rentang sekitar 10 tahun, Inggris telah beberapa kali berganti perdana menteri dari berbagai partai politik dengan masa jabatan yang relatif singkat.
Fenomena itu memunculkan kekhawatiran mengenai konsistensi kebijakan jangka panjang, termasuk dalam sektor ekonomi, investasi, dan hubungan internasional.
Pengunduran diri Starmer pun diperkirakan akan kembali menjadi perhatian pasar dan komunitas internasional yang selama ini mencermati arah politik Inggris pasca-Brexit.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama
Tag Terkait: