Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Tanggapi Sikap Politik PDIP, AHY: Kritik Oposisi Tak Boleh Memecah Belah Bangsa!

Tanggapi Sikap Politik PDIP, AHY: Kritik Oposisi Tak Boleh Memecah Belah Bangsa! Kredit Foto: Cita Auliana
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menanggapi sikap politik PDI Perjuangan (PDIP) baru-baru ini. Diketahui bersama bahwa PDIP saat ini mengambil peran sebagai partai penyeimbang luar pemerintah.

Menteri ATR/BPN tersebut menyampaikan bahwa Partai Demokrat menghormati posisi setiap partai politik. Dirinya mengingatkan agar seluruh elemen politik mengutamakan kepentingan bangsa.

"Saya menghormati semua partai politik yang memiliki sikap dan pandangan tertentu. Semua punya agenda, semua punya kepentingan. Tapi marilah kita meletakkan kepentingan bersama dan nasional kita di atas kepentingan partisan," kata AHY. Pernyataan tersebut disampaikan oleh AHY di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (22/6/2026).

AHY menjelaskan bahwa Partai Demokrat juga memiliki kepentingan tersendiri. Dirinya mengklaim partainya memiliki pengalaman lengkap karena pernah menjadi oposisi dan partai penguasa.

"Demokrat juga tentu punya kepentingan, punya tujuan, dan kami juga pernah di oposisi, kami pernah menjadi the ruling party. Sehingga bisa dikatakan Demokrat itu punya kelengkapan dalam pengalaman dan track record. Kami syukuri semua itu. Tentu masing-masing dengan konsekuensi dengan tantangan yang berbeda-beda," ujarnya. Kutipan tersebut menjelaskan dinamika rekam jejak yang pernah dilalui oleh partainya.

AHY memaparkan peran partai politik saat berada di dalam koalisi pemerintah. Partai pendukung wajib menjaga kelancaran dan kesuksesan seluruh program kerja pemerintah.

Dirinya juga memberikan pandangan mengenai batasan peran dari kelompok oposisi. Kritik yang dilayangkan kepada jajaran kabinet harus menyertakan solusi konstruktif.

"Ketika jadi oposisi tentu punya kepentingan memberikan pandangan-pandangan, bahkan kritik, tapi ya tentunya harus konstruktif, harus juga dengan solusi. Tidak boleh kemudian memecah belah bangsa, tidak boleh juga mendiskreditkan seolah-olah semuanya salah," ucapnya. Kalimat tersebut diucapkan untuk mengingatkan etika dalam memberikan kritik.

"Tapi ketika ada sesuatu yang memang ada benarnya dan itu merupakan aspirasi masyarakat, pemerintah juga mendengar, pemerintah juga harus mau melakukan evaluasi dan lain sebagainya," tuturnya. AHY menilai pemerintah juga wajib membuka diri terhadap evaluasi berkala.

Baca Juga: PSI Serang Balik PDIP Soal Isu Ijazah Jokowi

Anak sulung Presiden ke-6 RI ini menekankan pentingnya fungsi pengawasan dalam sistem demokrasi. Dirinya juga memberikan instruksi khusus kepada jajaran legislatif dari partainya.

"Checks and balances ini juga diniscayakan dalam sebuah demokrasi, apapun pilihan politiknya ataupun pilihan rezim kepemiluannya. Dengan demikian saya menitip pesan juga kebetulan di sini ada Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR RI dan teman-teman yang saat ini ada di parlemen, mari jaga terus spirit yang positif," pungkasnya. Pesan penutup tersebut menjadi instruksi langsung bagi Fraksi Demokrat di DPR RI.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy