Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

BBM Naik Bukan Salah Dalam Negeri? Menkeu Ungkap Dampak Perang AS-Iran Picu Harga Minyak Dunia

BBM Naik Bukan Salah Dalam Negeri? Menkeu Ungkap Dampak Perang AS-Iran Picu Harga Minyak Dunia Kredit Foto: Dok. Kemenkeu
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap bahwa lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi seperti Pertamax sangat dipengaruhi oleh dinamika geopolitik global, terutama perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang membuat harga minyak dunia bergejolak.

Menurutnya, tekanan dari konflik tersebut membuat Indonesia harus mengambil langkah penyesuaian harga sebagai bentuk mitigasi terhadap kondisi global yang tidak stabil.

“Jadi memang ketika ketidakpastian meningkat seperti kemarin, harga minyak dunia tinggi sekali, kita dalam ujian yang berat,” kata Purbaya dalam rapat kerja dengan Komite IV DPD RI, Senin (22/6/2026).

Dalam situasi tersebut, pemerintah memutuskan penyesuaian harga Pertamax yang naik dari Rp 12.300 per liter menjadi Rp 16.250 per liter, sementara Pertamax Green 95 turut naik dari Rp 12.900 menjadi Rp 17.000 per liter.

Meski demikian, pemerintah memastikan bahwa harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar tetap tidak berubah, masing-masing di Rp 10.000 dan Rp 6.800 per liter.

Di sisi lain, Purbaya menilai kondisi tersebut tidak akan berlangsung lama karena situasi geopolitik mulai menunjukkan arah yang lebih stabil.

Ia menyebut adanya potensi penurunan harga minyak dunia seiring meredanya tensi konflik antara AS dan Iran yang selama ini menjadi salah satu faktor utama lonjakan harga energi global.

“Saya yakin dengan potensi menurunnya harga minyak dunia, harga Pertamax dan lain-lain pun akan turun sehingga pondasi pertumbuhan ekonomi kita akan semakin kuat,” ujarnya.

Purbaya juga menambahkan bahwa kondisi ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 diperkirakan akan membaik setelah melewati tekanan akibat ketidakpastian global.

“Kalau dilihat dari data yang sekarang, sepertinya kita sudah melewati masa ujian itu,” kata dia.

Baca Juga: Sempat 'Deg-degan' Baca Medsos, Menkeu Purbaya Lega Lihat Kredit Bank Tumbuh 12 Persen

Ia menegaskan bahwa langkah penyesuaian harga BBM saat ini merupakan bagian dari strategi mitigasi agar dampak global tidak menghantam stabilitas ekonomi nasional secara lebih dalam.

“Jadi keadaan memang bukan ideal, tetapi kita terpaksa mengambil tindakan untuk memitigasi dampak global supaya kita masih bisa bertahan,” lanjutnya.

Dengan kondisi tersebut, pemerintah berharap stabilitas harga energi bisa kembali tercapai jika tensi geopolitik global mereda, sehingga daya beli masyarakat dan pertumbuhan ekonomi nasional tetap terjaga.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama