AS Bidik Pendanaan Produsen Drone Iran, Imbalan Rp270 Miliar Disiapkan
Kredit Foto: Istimewa
Pemerintah Amerika Serikat (AS) menawarkan hadiah hingga 15 juta dolar AS atau sekitar Rp270 miliar bagi siapa pun yang memberikan informasi yang dapat mengganggu jaringan keuangan Kimia Part Sivan Company (KIPAS). Washington menyebut perusahaan tersebut merupakan produsen drone milik Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC-Quds Force).
Pengumuman itu disampaikan melalui program Rewards for Justice milik Departemen Luar Negeri AS pada Kamis (30/7/2026). Hadiah tersebut ditujukan bagi informasi yang mampu menghambat mekanisme pendanaan KIPAS, bukan semata-mata informasi yang mengarah pada penangkapan individu.
Menurut pemerintah AS, KIPAS menjadi unit produksi drone milik IRGC-Quds Force yang terlibat dalam pengujian kendaraan udara nirawak (UAV), memberikan dukungan teknis terhadap drone yang dikirim ke Irak, serta memperoleh komponen penting dari perusahaan-perusahaan di luar Iran.
Washington juga menuduh sejumlah pejabat senior KIPAS berperan dalam pengembangan, pengujian, dan penyediaan drone. Aktivitas tersebut disebut berkaitan dengan dukungan kepada kelompok-kelompok bersenjata yang didukung Iran di Irak, Yaman, dan Suriah.
Iran International melaporkan enam pejabat yang disebut terkait jaringan tersebut yakni Hasan Arambunezhad, Abolfazl Ramazanzadeh Moshkani, Mehdi Ghaffari Naghneh, Reza Nahar Dani, Abbas Sartaji, dan Hadi Jamshidi Zavaraki. Sementara itu, WION melaporkan program Rewards for Justice juga memasukkan Ehsan Mohaghegh dalam daftar individu yang dicari.
Pemerintah AS menyatakan para pejabat senior KIPAS telah dijatuhi sanksi oleh Departemen Keuangan AS sejak April 2024 karena diduga bertindak atas nama IRGC-Quds Force. Adapun KIPAS sendiri telah masuk daftar entitas yang dikenai sanksi sejak 2021 berdasarkan aturan antiterorisme AS.
Washington menilai hasil penjualan peralatan militer Iran, termasuk drone yang diekspor ke Rusia maupun dipasok kepada kelompok bersenjata di kawasan, digunakan untuk membiayai aktivitas IRGC-Quds Force di luar negeri. AS juga menuduh IRGC-Quds Force mendukung Hamas, Hizbullah, dan sejumlah milisi yang didukung Iran di Irak, tuduhan yang dibantah oleh Teheran.
Baca Juga: Iran Tegaskan Selat Hormuz Tak Akan Lagi Sama Gegara Amerika Serikat
Pengumuman hadiah tersebut menjadi bagian dari kebijakan tekanan maksimal pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap Iran. Dalam beberapa pekan terakhir, AS juga meningkatkan tekanan ekonomi dengan menargetkan sumber pendapatan serta jaringan pengadaan IRGC.
Pada hari yang sama, Washington menjatuhkan sanksi terhadap jaringan internasional yang dituduh membantu maskapai Mahan Air dalam kegiatan logistik dan pengadaan bagi IRGC. Sehari sebelumnya, Departemen Keuangan AS juga menjatuhkan sanksi kepada sejumlah perusahaan dan kapal tanker yang dituduh membantu Iran memperoleh keuntungan dari aktivitas pelayaran komersial di Selat Hormuz melalui penjualan asuransi maritim yang dikaitkan dengan IRGC.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy
Tag Terkait: