Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Paylater Bukan Sekadar Utang, Ini Manfaatnya Jika Dipakai Bijak

Paylater Bukan Sekadar Utang, Ini Manfaatnya Jika Dipakai Bijak Kredit Foto: Wafiyyah Amalyris K
Warta Ekonomi, Jakarta -

Metode pembayaran buy now pay later atau paylater dinilai semakin diminati masyarakat di tengah perubahan pola konsumsi dan kebutuhan transaksi yang lebih fleksibel. Selain menawarkan kemudahan pembayaran, layanan paylater kini juga menghadirkan promo serta cicilan ringan yang membantu pengguna mengatur pengeluaran harian secara lebih terencana.

Di tengah gaya hidup yang semakin dinamis, masyarakat disebut mulai mencari metode pembayaran yang efisien untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari belanja kebutuhan rumah tangga, kuliner, hingga perjalanan, tanpa mengganggu perencanaan keuangan.

Sejumlah layanan paylater juga menawarkan nilai tambah berupa promo rutin, opsi cicilan berbunga ringan, hingga cicilan 0 persen. Skema tersebut dinilai memberi ruang bagi pengguna untuk menyesuaikan pembayaran dengan kemampuan finansial masing-masing.

Dalam memilih layanan paylater, terdapat beberapa faktor utama yang perlu diperhatikan, yakni promo yang relevan, fleksibilitas tenor cicilan, transparansi biaya, serta legalitas penyedia jasa keuangan.

Promo dinilai menjadi salah satu pertimbangan utama karena dapat menekan total pengeluaran pengguna. Promo tersebut umumnya tersedia untuk belanja daring, transaksi QRIS, maupun kebutuhan gaya hidup harian.

Selain itu, tenor cicilan yang beragam juga menjadi faktor penting. Opsi cicilan 0 persen atau bunga ringan memungkinkan pengguna membagi pembayaran tanpa beban besar dalam satu waktu.

Salah satu layanan yang menawarkan fitur tersebut adalah SPayLater. Layanan pembiayaan digital itu menyediakan skema pembayaran yang dapat digunakan di berbagai platform, mulai dari e-commerce, merchant online, hingga transaksi offline melalui QRIS.

SPayLater menawarkan proses aktivasi digital menggunakan KTP aktif bagi pengguna berusia di atas 18 tahun. Pengguna baru juga disebut memperoleh voucher aktivasi dengan total Rp100 ribu sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.

Dari sisi tenor, layanan ini menyediakan pilihan cicilan 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan, hingga 24 bulan bagi pengguna tertentu. Untuk tenor satu bulan, tersedia cicilan 0 persen tanpa biaya tambahan. Sementara tenor tiga bulan ke atas dikenakan biaya cicilan mulai 1,95 persen per bulan, tergantung level pengguna.

Sebagai ilustrasi, transaksi Rp1 juta dengan tenor satu bulan dibayar penuh Rp1 juta tanpa bunga. Untuk tenor tiga bulan, total pembayaran tercatat Rp1.058.500. Sedangkan tenor enam bulan menjadi Rp1.117.000 dan tenor 12 bulan sebesar Rp1.234.000.

Selain cicilan, layanan tersebut juga menyediakan limit hingga Rp50 juta yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, seperti belanja di Shopee, pembayaran QRIS di merchant offline, pemesanan makanan melalui ShopeeFood, pembelian tiket perjalanan, hingga pembayaran tagihan listrik, air, dan pulsa.

Baca Juga: Transaksi PayLater Kredivo Melesat 27% Saat Ramadan

Baca Juga: Pembiayaan Pinjol Naik 25%, Tapi 10 Pemain Masih Bermasalah

Baca Juga: NIK Bisa Disalahgunakan untuk Pinjol, Begini Cara Ceknya di OJK

Untuk periode promosi tertentu, pengguna juga ditawarkan diskon transaksi QRIS hingga Rp200 ribu serta voucher diskon 50 persen di merchant tertentu.

Dari sisi legalitas, layanan ini disebut telah berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sehingga menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan pengguna dalam memilih layanan pembiayaan digital.

Pelaku industri menilai penggunaan paylater tetap perlu dilakukan secara bijak. Transparansi biaya, kemampuan membayar cicilan, serta kebutuhan riil pengguna menjadi faktor utama agar layanan tersebut dapat membantu pengelolaan keuangan secara optimal.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Annisa Nurfitri

Advertisement