Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Viral Mahasiswa Temui Gibran Diduga Terima Uang, Ketua BEM UBK Akhirnya Buka Suara

Viral Mahasiswa Temui Gibran Diduga Terima Uang, Ketua BEM UBK Akhirnya Buka Suara Kredit Foto: Akun X @fuhrerniq
Warta Ekonomi, Jakarta -

Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bung Karno kembali menjadi sorotan publik. Hal itu terjadi setelah muncul dugaan penerimaan uang oleh sejumlah mahasiswa yang mengikuti audiensi dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Isu tersebut ramai diperbincangkan di media sosial dalam beberapa hari terakhir. Sejumlah mahasiswa Universitas Bung Karno kemudian meminta klarifikasi dari pengurus BEM FH UBK.

Proses konfrontasi antarmahasiswa bahkan sempat disiarkan secara langsung melalui TikTok. Potongan videonya kemudian menyebar ke berbagai platform media sosial.

Dalam salah satu video yang beredar, Ketua BEM FH UBK Abdi Maludin menyampaikan permintaan maaf kepada mahasiswa. Pernyataan itu disampaikan di hadapan peserta forum.

“Saya ngaku salah dan mohon maaf kepada kalian semua,” kata Abdi dalam video yang beredar, dikutip Selasa (23/6/2026).

Salah seorang mahasiswa kemudian mempertanyakan bentuk tanggung jawab yang akan dilakukan. Pertanyaan itu berkaitan dengan nama baik kampus yang ikut menjadi sorotan.

“Langkah apa yang akan kamu pertanggungjawabkan untuk balikin nama UBK?” tanya seorang mahasiswa dalam forum tersebut.

Dalam pengakuan yang beredar di media sosial, sejumlah pengurus mahasiswa disebut menerima uang dengan nominal sekitar Rp1,5 juta hingga Rp2 juta per orang. Informasi tersebut menjadi perhatian publik dan memicu berbagai spekulasi.

Abdi diketahui menjadi bagian dari rombongan mahasiswa yang menghadiri audiensi dengan Gibran. Total terdapat 15 mahasiswa yang mengikuti agenda tersebut.

Hingga saat ini belum ada keterangan resmi mengenai sumber maupun tujuan pemberian uang tersebut. Informasi yang beredar juga masih memerlukan verifikasi lebih lanjut.

Belum diketahui pula apakah pengakuan yang muncul dalam forum disampaikan secara sukarela atau dalam kondisi tertentu. Karena itu, berbagai klaim yang beredar belum dapat dipastikan kebenarannya.

Di media sosial, muncul pula narasi yang menyebut kelompok mahasiswa tersebut menerima dana hingga Rp300 juta. Klaim itu ramai dibahas setelah diunggah oleh sejumlah akun di platform X.

Namun hingga kini belum ada bukti yang dapat mengonfirmasi klaim tersebut. Pihak terkait juga belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai tudingan itu.

Kasus ini bermula dari audiensi mahasiswa dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada 15 Juni 2026. Saat itu, 15 mahasiswa dari beberapa kampus diundang berdialog di Istana Wakil Presiden.

Baca Juga: Heboh di X: Ketua BEM UBK Diduga Terima Suap Rp300 Juta Usai Bertemu Gibran

Mahasiswa yang hadir berasal dari Universitas Bung Karno, Universitas Terbuka, dan Universitas MH Thamrin. Mereka sebelumnya mengikuti aksi demonstrasi di kawasan Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

Sampai saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak Istana Wakil Presiden terkait polemik tersebut. Pihak BEM UBK dan LPM Marhaen juga belum memberikan penjelasan kepada publik mengenai dugaan penerimaan uang yang ramai diperbincangkan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy