Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Kemenperin Bantah Isu Relokasi ke Vietnam, Dua Industri Komponen Otomotif Tetap Produksi

Kemenperin Bantah Isu Relokasi ke Vietnam, Dua Industri Komponen Otomotif Tetap Produksi Kredit Foto: Istimewa

Pada triwulan I 2026, PT SAI merealisasikan produksi sekitar 1,2 juta unit komponen, sementara PT JAI memproduksi sekitar 1,6 juta unit komponen. Seluruh hasil produksi kedua perusahaan tersebut ditujukan untuk pasar ekspor sehingga menjadi bagian dari rantai pasok global industri otomotif dan berkontribusi terhadap kinerja ekspor manufaktur nasional.

Menurut Febri, isu relokasi yang berkembang telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan pembeli dan pemasok kedua perusahaan. Bahkan sejumlah mitra bisnis disebut mempertanyakan keberlanjutan kontrak dan operasional perusahaan setelah munculnya pemberitaan tersebut.

Karena itu, Kemenperin menegaskan pentingnya penyampaian informasi yang akurat mengingat isu terkait relokasi pabrik dan PHK dapat memengaruhi kepercayaan pelaku usaha, stabilitas rantai pasok, dan iklim investasi sektor manufaktur.

Baca Juga: Perkuat Kualitas Data, Kemenperin Minta Industri Aktif dalam Sensus Ekonomi 2026

Selain melakukan verifikasi terhadap informasi yang berkembang, Menteri Perindustrian juga telah menginstruksikan seluruh jajaran Kemenperin untuk memperkuat pemantauan terhadap kinerja industri nasional serta melakukan langkah mitigasi cepat apabila ditemukan potensi gangguan produksi, penutupan pabrik, atau ancaman PHK.

"Pemerintah akan terus memonitor perkembangan industri dan mengambil langkah mitigasi yang cepat dan terukur agar aktivitas produksi tetap terjaga, investasi berlanjut, dan tenaga kerja terlindungi," ujar Febri.

Kemenperin menegaskan komitmennya untuk menjaga iklim usaha yang kondusif serta memastikan sektor manufaktur nasional tetap kompetitif dan mampu beradaptasi menghadapi dinamika ekonomi global.

Halaman:

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Fajar Sulaiman