Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Dolar AS Kuasai 60% Pembayaran Global, Indonesia Ikut Tunduk

Dolar AS Kuasai 60% Pembayaran Global, Indonesia Ikut Tunduk Kredit Foto: Antara/Bagus Ahmad Rizaldi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Mantan penasihat ekonomi Presiden AS ke-40 Ronald Reagan, Steve Hanke, menegaskan bahwa dolar Amerika Serikat masih menjadi mata uang utama dunia.

Berdasarkan data dari Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunication (SWIFT), Hanke menyebut dolar AS mendominasi sistem pembayaran global. 

"Menurut SWIFT, dolar AS mendominasi. Dolar menyumbang 59,10% dari seluruh pembayaran global. Jika ditambah dengan dolar Hong Kong, yang merupakan “kloning” dari USD, totalnya mencapai 60,45%," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Rabu (24/6).

Dari data tersebut, Hanke menyimpulkan bahwa wacana de-dollarization atau upaya mengurangi dominasi dolar tidak realistis. "Lupakan wacana de-dollarization. DOLAR ADALAH RAJA," tandasnya.

Di Indonesia, dominasi dolar juga sangat terasa. Lebih dari 90% transaksi ekspor dan 80% impor masih menggunakan dolar AS, meski mitra dagang bukan Amerika Serikat. Mayoritas cadangan devisa Bank Indonesia (BI) pun disimpan dalam bentuk dolar untuk menjaga stabilitas rupiah dan membayar utang luar negeri.

Baca Juga: Indonesia dan Rusia Bakal Tinggalkan Dolar? Pilih Mekanisme LCS

Selain itu, harga minyak mentah, BBM, emas, dan bahan baku industri yang diimpor Indonesia semuanya dipatok dalam denominasi dolar.

Per Rabu (24/6/2026), nilai tukar dolar AS terhadap rupiah berada di kisaran Rp17.850–Rp17.925 per USD, setelah sebelumnya sempat menembus Rp18.000.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya