PDIP Semprot AHY soal Kritik Konstruktif, Deddy Sitorus: Kritik Bukan Tugas Cari Solusi
Kredit Foto: Cita Auliana
Perdebatan antara PDIP dan Partai Demokrat kembali memanas setelah pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengenai kritik konstruktif terhadap pemerintah memicu respons keras dari kubu banteng.
Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus menilai ucapan AHY tidak bisa dilepaskan dari konteks politik yang sedang berkembang, terutama terkait posisi PDIP yang selama ini aktif melontarkan kritik terhadap pemerintahan.
Menurut Deddy, pernyataan AHY yang menyebut kritik seharusnya bersifat konstruktif dan tidak memecah belah bangsa dapat ditafsirkan sebagai sindiran yang diarahkan kepada PDIP.
Ia menegaskan dirinya tidak salah memahami maksud ucapan tersebut karena kalimat yang disampaikan AHY dinilai cukup jelas dan terbuka untuk berbagai interpretasi politik.
"AHY jelas-jelas bilang boleh kritik asal konstruktif tapi tidak boleh memecah belah bangsa dan mendiskreditkan," kata Deddy.
Deddy berpandangan bahwa narasi tersebut secara tidak langsung memberikan kesan seolah kritik yang selama ini disampaikan PDIP dianggap tidak membangun dan justru merugikan pemerintah.
"Secara tidak langsung, dengan logika saja, maka kalimat ini jelas memberikan insinuasi dan bisa diinterpretasikan bahwa selama ini kritik yang disampaikan PDIP itu tidak konstruktif dan cenderung memecah belah dan mendiskreditkan," ujarnya.
Karena alasan itu, Deddy tetap berpegang pada pandangannya bahwa pernyataan AHY mengandung unsur hasutan politik meskipun dibantah oleh elite Partai Demokrat.
Di sisi lain, Deddy juga menolak anggapan bahwa kritik kepada pemerintah harus selalu dibarengi dengan solusi atau rekomendasi kebijakan tertentu.
Ia menilai cara pandang semacam itu justru mengingatkan pada praktik politik masa lalu yang membatasi ruang kritik masyarakat terhadap penguasa.
"AHY harus tahu juga, tidak ada yang namanya kritik konstruktif dan memberikan solusi itu sangat berbau Orba. Kritik adalah kritik, kalau benar silakan terima, kalau tidak ya abaikan saja," tegasnya.
Menurut Deddy, tugas utama mencari jalan keluar atas berbagai persoalan publik berada di tangan pemerintah yang memiliki kewenangan, anggaran, dan perangkat birokrasi.
Baca Juga: Kata-kata AHY yang Bikin PDIP sampai Tersinggung Berat
"Bukan tugas rakyat mencari solusi tapi tugas pemerintah/eksekutif. Enak banget dikasih kekuasaan, anggaran, birokrasi tapi masih minta solusi. Kalau kritik rakyat tidak bisa diberikan solusi, ya mundur saja!" lanjutnya.
Pernyataan tersebut menjadi babak terbaru dalam adu argumen antara PDIP dan Demokrat yang sebelumnya dipicu respons Demokrat terhadap kritik PDIP mengenai posisi politik partai berlambang mercy tersebut.
Sebelumnya, Sekretaris Badan Riset dan Inovasi Strategis Partai Demokrat Yan Harahap menyebut pesan AHY terlalu tepat untuk dibantah dan mempertanyakan alasan PDIP merasa tersinggung dengan pernyataan tersebut.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama