110 Jembatan Merah Putih Presisi Rampung Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Polda Riau Turut Perkuat Akses Ekonomi hingga Pedesaan
Kredit Foto: Istimewa
Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polda Riau menuntaskan pembangunan dan renovasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Riau. Penyelesaian proyek tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas wilayah sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, terutama di daerah yang selama ini memiliki keterbatasan akses infrastruktur.
Program Jembatan Merah Putih Presisi merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menghadirkan infrastruktur yang mampu menjawab kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari akses menuju sekolah, fasilitas kesehatan, tempat ibadah hingga pusat-pusat kegiatan ekonomi di wilayah pedesaan.
Dansat Brimob Polda Riau Kombes I Ketut Gede Adi Wibawa mengatakan, hingga akhir Juni 2026, Satgas Darurat Pembangunan dan Renovasi Infrastruktur Jembatan Polda Riau telah menyelesaikan seluruh target pembangunan sebanyak 110 jembatan.
Program tersebut dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama mencakup pembangunan 27 jembatan yang telah selesai dan diresmikan langsung oleh Kapolri pada 17 Maret 2026 di Kabupaten Kampar. Selanjutnya, tahap kedua berhasil menyelesaikan pembangunan dan renovasi 83 jembatan tambahan.
"Alhamdulillah, seluruh target pembangunan telah kami selesaikan, sehingga total 110 Jembatan Merah Putih Presisi kini telah selesai dibangun di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Riau," ujar Kombes Ketut, Minggu (28/6/2026).
Menurutnya, pembangunan jembatan tersebut merupakan implementasi arahan Presiden agar negara hadir dalam mengatasi persoalan mendasar masyarakat melalui penyediaan infrastruktur yang mendukung akses pendidikan, keselamatan, dan peningkatan kesejahteraan. Satgas pun bekerja secara bertahap hingga seluruh target dapat dirampungkan menjelang Hari Bhayangkara ke-80.
Pelaksanaan pembangunan melibatkan personel gabungan Polda Riau yang terdiri atas Satbrimob, Ditsamapta, Ditpolairud, serta personel dari polres jajaran. Mereka diterjunkan ke berbagai wilayah dengan karakteristik geografis yang beragam, mulai dari kawasan pesisir, kepulauan, bantaran sungai hingga daerah pedalaman.
Keberadaan jembatan tersebut diharapkan memberikan dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Selain mempermudah akses menuju sekolah dan layanan kesehatan, infrastruktur tersebut juga memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan sehingga mendukung pergerakan roda perekonomian desa.
"Jembatan ini membuka akses anak-anak menuju sekolah dengan lebih aman, memudahkan masyarakat menuju pelayanan kesehatan, memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan, serta menggerakkan roda perekonomian desa. Inilah makna sesungguhnya dari pengabdian Polri kepada masyarakat," kata Ketut.
Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menyampaikan bahwa momentum Hari Bhayangkara ke-80 menjadi waktu yang tepat untuk mempersembahkan hasil pembangunan tersebut kepada masyarakat. Menurutnya, penyelesaian proyek tidak hanya menjadi capaian pembangunan infrastruktur, tetapi juga mencerminkan kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat.
Baca Juga: Genjot Hilirisasi Kelapa, Kementan Bangun Pabrik di Maluku Utara Hingga Riau
Polda Riau juga tengah mempersiapkan peresmian tahap kedua sebanyak 83 Jembatan Merah Putih Presisi yang direncanakan dilakukan oleh Kapolri dalam rangkaian kegiatan Riau Bhayangkara Run 2026.
Herry berharap seluruh jembatan yang telah dibangun dapat dijaga dan dimanfaatkan bersama sebagai penghubung aktivitas sosial, pendidikan, dan ekonomi sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: