Pilih Turun Kembali di Lampung, Terbongkar Rahasia Jokowi Bangun Kesuksesan Politik di Indonesia
Kredit Foto: Akun X @DianSandiU
Cara Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) membangun identitas kepemimpinannya selama berkuasa akhirnya dibongkar oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Menurut mereka, hal itu sudah tercatat dengan rapi dan diperkuat oleh ritual menginjak kepala kerbau saat menerima gelar adat di Lampung.
Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Guntur Romli mengatakan kepemimpinan politikus dibangun melalui konsep yang disebut the triangle of authoritarian populism, yakni perpaduan tiga karakter yang saling melengkapi dalam membentuk gaya kepemimpinannya.
Baca Juga: Ikuti Upaya 'Kudeta' Amerika, Militer Israel Suarakan Ketidaksukaan terhadap Netanyahu
Menurut Guntur, unsur pertama adalah feodalisme yang memosisikan diri sebagai seorang raja. Unsur kedua adalah populisme yang diwujudkan melalui pembagian bantuan kepada masyarakat untuk menarik dukungan politik. Sementara unsur ketiga adalah karakter yang menempatkan kekuasaan sebagai tujuan utama.
Guntur mengatakan ketiga hal tersebut sudah terlihat dalam berbagai langkah politik Jokowi. Hal itu baik saat, setelah menjabat dan manuver injak kepala kerbau sebagai presiden semakin memperkuat kesimpulan tersebut.
"Tidak heran meskipun sudah menjadi presiden dua periode dan menjadikan anaknya sebagai wapres melalui manipulasi pengadilan dan menantunya sebagai gubernur," kata Guntur, dikutip Senin (29/6).
Selain itu, ia juga mengaitkan prosesi menginjak kepala kerbau dengan simbol relasi kekuasaan antara pengikut dan Jokowi.
Menurutnya, kepala kerbau yang diinjak melambangkan para pengikut politikus itu yang dinilainya terlena oleh sosok pemimpin, padahal yang terjadi adalah upaya mempertahankan kekuasaan dalam lingkaran keluarga.
"Kepala kerbau yang diinjak melambangkan para pengikut yang terbuai di balik perilaku raja, padahal yang ada adalah ambisi kekuasaan tanpa batas untuk keluarga Jokowi," ujarnya.
Sebelumnya, Jokowi viral usai menginjak kepala kerbau dalam prosesi penganugerahan gelar kehormatan adat di Kedaton Keagungan Lampung, Sabtu (27/6/2026).
Baca Juga: Roy Suryo Tantang Polisi untuk Hadiri Langsung Sidang Praperadilan Ijazah Jokowi: Kita Ingin Cepat
Momen itu memunculkan berbagai pertanyaan dari masyarakat mengenai makna ritual tersebut dalam tradisi adat Lampung. Hingga acara berakhir, ia belum memberikan penjelasan mengenai filosofi prosesi tersebut. Pihak penyelenggara juga belum menyampaikan keterangan resmi terkait makna simbolis dari ritual yang menjadi perhatian publik itu.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar