Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Soal Safari Jokowi, PDIP: untuk Gibran Bukan Prabowo

Soal Safari Jokowi, PDIP: untuk Gibran Bukan Prabowo Kredit Foto: Akun X @DianSandiU
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ketua DPR RI sekaligus Ketua DPP PDIP Puan Maharani menanggapi santai safari politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di Lampung. Menurutnya, setiap warga negara memiliki hak untuk melakukan kunjungan ke berbagai daerah di Indonesia.

"Safari politik, hak semua warga negara untuk bisa melakukan kunjungan ke mana saja," kata Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (30/6).

Meski demikian, Puan mengingatkan seluruh pihak untuk menjaga situasi politik nasional tetap kondusif di tengah dinamika global yang sedang tidak menentu. Ia menilai stabilitas politik di dalam negeri perlu dipelihara agar suasana tetap sejuk.

"Namun, dalam situasi global yang sekarang sedang tidak menentu, alangkah baiknya jika kita sama-sama bisa menjaga situasi untuk bisa tetap kondusif. Artinya, dijaga biar tetap adem," ujarnya.

Pernyataan Puan muncul setelah safari politik Jokowi di Lampung memicu beragam tanggapan, termasuk dari internal PDIP. Sebelumnya, Juru Bicara PDIP Guntur Romli menilai rangkaian kunjungan mantan presiden tersebut merupakan bagian dari langkah politik menjelang Pemilu 2029.

Menurut Guntur, kegiatan Jokowi lebih ditujukan untuk mendukung kepentingan politik putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka, serta memperkuat posisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang kini dipimpin putra bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep.

"Itu kampanye politik untuk 2029, buat pemenangan anak-anaknya dia. Gibran yang kemungkinan besar tidak bersama Prabowo lagi dan meloloskan PSI yang diketuai oleh Kaesang. Semua demi masa depan anak-anaknya," kata Guntur.

Guntur juga menyinggung perjalanan politik Jokowi saat masih menjadi kader PDIP. Menurutnya, Jokowi sebelumnya ditugaskan partai sebagai wali kota, gubernur, hingga presiden untuk mengabdi kepada masyarakat.

Namun kini, lanjut Guntur, Jokowi dinilai lebih berperan untuk kepentingan elektoral keluarga melalui PSI. Meski begitu, ia meyakini langkah politik tersebut tidak akan memengaruhi kekuatan maupun basis dukungan PDIP.

"Intinya untuk kepentingan Pilpres 2029 buat Gibran, bukan buat Prabowo. Karena dari pengalaman Jokowi sendiri, tidak ada namanya wapres yang sama di dua periode," ujarnya.

Jokowi diketahui melakukan kunjungan ke Lampung selama tiga hari, mulai 26 hingga 28 Juni 2026. Pada hari pertama, ia menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) PSI di Tulang Bawang serta mengikuti Kirab Pawai Budaya Karnaval Gajah.

Baca Juga: Terungkap Kedekatan PDIP dan Rocky Gerung

Pada hari kedua, Jokowi bertemu tokoh adat Lampung, mengunjungi Museum Transmigrasi dan Desa Bagelen, menyambangi pelaku UMKM di Maliosewu, serta menghadiri kegiatan bersama relawan.

Sementara pada hari terakhir, Jokowi menghadiri kirab budaya, berdialog dengan pelaku UMKM, dan mengunjungi Pondok Pesantren Nurul Qodiri.

Kunjungan tersebut menjadi lawatan daerah pertama Jokowi sejak mengakhiri masa jabatannya sebagai presiden. Selain menghadiri kegiatan bersama relawan dan masyarakat, agenda di Lampung juga menjadi momentum konsolidasi PSI di tingkat daerah dengan melibatkan pengurus dan kader partai.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat