Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Dedi Mulyadi Ikut Interogasi, Sejumlah Fakta Terungkap dalam Kasus Tabrak Lari Polisi di Bandung

Dedi Mulyadi Ikut Interogasi, Sejumlah Fakta Terungkap dalam Kasus Tabrak Lari Polisi di Bandung Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Warta Ekonomi, Jakarta -

Babak baru menghampiri kasus tabrak lari yang menewaskan Anggota Sabhara Polrestabes Bandung, Aiptu Asep Suhara di Bandung. Interogasi Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi dan polisi mengungkap sejumlah fakta usai mereka secara langsung bertanya kepada tersangka berinisial A.

A mengaku merupakan warga asal Kota Palu. Ia sedang menempuh pendidikan di STT Mandala Bandung. Ia tercatat sebagai mahasiswa teknik informatika semester lima dan tinggal seorang diri di kamar indekos di Bandung.

Baca Juga: Manuver Prabowo Sukses, Danantara Bikin Tokcer Kinerja BUMN: Laba 'Blue Chips' Kompak Melonjak

Fakta penting lainnya berkaitan dengan minuman keras yang dikonsumsi tersangka sebelum kejadian. A mengaku minum di sebuah kedai di kawasan Simpang Lima. Menurut pengakuannya, saat itu terdapat lebih dari lima orang di lokasi.

"Iya betul, malam itu saya mengendarai mobil dalam keadaan mabuk. Minumnya di kedai Simpang Lima. Saya datang ke kedai, minuman sudah ada di sana," kata A saat ditanya Dedi Mulyadi, dikutip Rabu (12/8/2026).

Setelah mengonsumsi minuman tersebut, tersangka kemudian menggunakan sebuah mobil milik temannya. Ia mengaku awalnya hanya bermaksud pergi membeli rokok.

Namun, perjalanan tersebut berujung fatal. A mengaku sudah tidak menyadari waktu ketika mengemudikan kendaraan. Bahkan, ia mengatakan tidak mengetahui bahwa mobil yang dibawanya telah menghantam seseorang.

"Iya saya enggak merasa telah menabrak," ujar tersangka.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam pengungkapan kasus karena berdasarkan informasi di lapangan, tubuh korban sempat terseret kendaraan hingga puluhan meter setelah benturan.

Alih-alih berhenti dan memastikan kondisi korban, tersangka justru melanjutkan perjalanan menuju kawasan Simpang Lima. Setelah itu, ia kembali ke tempat indekosnya.

Menurut pengakuannya, saat pulang ke kos, ia tidak mengemudikan mobil tersebut seorang diri. Ia diantar temannya dalam kondisi masih mabuk. Keesokan harinya, tersangka kemudian dijemput oleh polisi.

A juga mengungkap bahwa pemilik kendaraan sempat menegurnya mengenai kondisi mobil yang mengalami kerusakan setelah kejadian. Namun, ia mengaku tidak mengetahui penyebab kerusakan tersebut.

"Saya juga sempat ditegur oleh pemilik mobil terkait kondisi mobil yang rusak. Saya jawab enggak tahu," katanya.

Adapun Dedi Mulyadi juga menyampaikan bahwa dirinya telah mendatangi rumah duka dari Aiptu Asep Suhara di Gang Gumuruh, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung.

Kehadiran Dedi bukan hanya untuk menyampaikan belasungkawa, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan terhadap anggota kepolisian yang meninggal ketika menjalankan tugas.

Menurut Dedi, korban sedang melakukan patroli sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang telah disepakati oleh pemerintah daerah, kepolisian dan TNI.

Baca Juga: Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Khawatir Pelajar Kecanduan Tramadol Jadi Begal, Ini Solusinya

"Saya memiliki tanggung jawab membangun semangat bagi seluruh anggota jajaran Polri dan TNI supaya terus memacu tetap berpatroli, jangan sampai peristiwa ini menurunkan semangat menjaga keamanan Kota Bandung," kata Dedi.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar