Ada Kelompok-kelompok Tengah Dibuat Gelisah Jokowi usai Blusukan di Lampung, Kata Projo
Kredit Foto: Akun X @DianSandiU
Safari Eks Presiden Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) ke Lampung memunculkan beragam tafsir politik. Namun Relawan Pro Jokowi (Projo) justru melihat ada pihak-pihak tertentu yang merasa gelisah karena mantan presiden itu kembali aktif turun ke masyarakat.
Sekretaris Jenderal Projo, Freddy Alex Damanik menanggapi berbagai spekulasi yang muncul setelah politikus menghadiri sejumlah agenda, termasuk menerima gelar adat dari tokoh masyarakat di Lampung.
Baca Juga: Ekspresi Jokowi Jadi Sorotan Saat Bertemu Jusuf Kalla, Polemik Ijazah Palsu Kembali Disinggung
Menurut Freddy, Jokowi yang kembali muncul dalam ruang publik tidak seharusnya langsung dibaca sebagai manuver politik. Ia menilai kebiasaan politikus berinteraksi langsung dengan masyarakat sudah berlangsung sejak masih menjabat wali kota hingga menjadi presiden.
"Kami melihat justru ada kegelisahan sebagian pihak. Bahwa setiap kali dia turun ke masyarakat, padahal itu sudah kebiasaannya sejak dulu, blusukan-nya itu," ujar Freddy, dikutip Kamis (2/7).
Freddy juga menyoroti kecenderungan sebagian pihak yang dinilainya terlalu cepat mengaitkan agenda politik tertentu dengan setiap aktivitas dari Jokowi.
"Kalau setiap langkah beliau selalu dicari makna politiknya, mungkin ini bukan karena dia sedang mengirim pesan, tapi karena ada pihak yang terlalu sibuk membaca sinyal gitu lho," ungkapnya.
Kunjungan Jokowi ke Lampung menurutnya hanya dilakukan untuk memenuhi berbagai undangan resmi, mulai dari masyarakat, tokoh adat, pelaku usaha lokal, relawan hingga agenda bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Karenanya, Freddy meminta publik tidak memaknai seluruh rangkaian kegiatan mantan presiden tersebut dengan kacamata kompetisi politik sempit. Menurut Freddy, simbol kebudayaan dan penghormatan adat sebaiknya dipahami dalam konteks budaya, bukan dijadikan bahan spekulasi politik.
"Sudah terlalu jauh ya kalau simbol-simbol adat dibaca dengan kacamata kompetisi politik, kompetisi politik sempit bahkan," tegasnya.
Sebelumnya, Jokowi menerima gelar adat "Baginda Pemuka Bangsa" dalam prosesi di Kedatun Keagungan, Bandar Lampung, Sabtu (27/6/2026). Salah satu momen yang banyak dibicarakan publik adalah ketika politikus itu menjalani ritual adat dengan menempatkan jari kaki di atas kepala kerbau.
Baca Juga: Amerika Serikat Klaim Minyak Iran Kini Hanya Dibeli Satu Negara di Dunia
Di tengah ramainya tafsir politik, relawan menilai sorotan berlebihan terhadap setiap langkah mantan presiden itu justru menunjukkan bahwa pengaruh dan perhatian publik terhadap mantan presiden itu masih sangat besar.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: