Dekranas Bidik Generasi Muda, Perajin Didorong Jual Produk Lewat Media Sosial
Kredit Foto: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Di sisi lain, Ketua Harian Dekranas Tri Tito Karnavian mengatakan pengembangan industri kerajinan membutuhkan dukungan lintas kementerian, termasuk Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Komunikasi dan Digital.
“Panitia juga didukung banyak pihak dari kementerian-kementerian yang bekerja sama dengan Dekranas, yaitu ada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Kementerian Perdagangan (Kemendag), Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), dan lain-lain,” ujar Tri.
Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian menjalankan pembinaan bagi perajin melalui pelatihan sumber daya manusia, bantuan peralatan produksi, serta pendampingan melalui sentra industri kecil dan menengah dan balai industri di berbagai daerah. Pemerintah juga membuka akses pasar melalui pameran dan program business matching dengan pelaku usaha, lembaga keuangan, serta calon pembeli dari luar negeri.
“Tidak hanya terkait produknya, tetapi juga pemasaran, business matching itu juga rutin dilaksanakan dengan berbagai mitra, ada dari pemerintah ada juga dari pasar finansial,” kata Loemongga.
Tri mengatakan produk kerajinan lokal menghadapi persaingan produk impor, termasuk produk luar negeri yang meniru desain kerajinan Indonesia dan menjualnya dengan harga lebih rendah.
“Kita tahu, sekarang produk-produk luar sudah banyak dan bahkan bisa meniru produk-produk Indonesia dengan harga yang lebih murah,” ujarnya.
HUT ke-46 Dekranas mengusung tema “Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia”. Puncak acara akan berlangsung pada 9–12 Juli 2026 di Trans Studio Mal Makassar, Sulawesi Selatan, dengan sekitar 300 stan produk kerajinan dari berbagai daerah.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Annisa Nurfitri