Kredit Foto: Ilham Nurul Karim
Menurut dia, kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi faktor penting dalam menghadapi tekanan ekonomi global yang saat ini masih membayangi aktivitas perdagangan internasional.
"Ini yang menurut saya penting, karena tanpa kolaborasi antara pelaku usaha dan pemerintah, di tengah situasi ekonomi global yang begitu banyak tekanan eksternal, kita akan sulit menghadapi tantangan yang ada. Kami berharap ada kemudahan dan relaksasi sehingga tekanan eksternal tersebut bisa berkurang," kata Hendra.
Dalam kesempatan yang sama, Karding juga menegaskan bahwa digitalisasi layanan karantina terus diperkuat untuk mendukung integrasi data antarinstansi. Dengan sistem tersebut, data pemeriksaan yang dilakukan di satu daerah dapat diakses oleh daerah lain sehingga mengurangi potensi duplikasi proses.Baca Juga: Kejar Standar Ketat Tiongkok, Barantin Rampungkan Sertifikasi 4.204 Rumah Walet
"Yang terjadi di Jakarta bisa dilihat di Belawan, yang terjadi di Belawan bisa dilihat oleh daerah lain. Jadi integrasi data tidak hanya di internal, tetapi juga nanti dengan Bea Cukai, KKP, dan berbagai pihak terkait," ujarnya.
Melalui deregulasi, digitalisasi layanan, dan penguatan koordinasi lintas lembaga, pemerintah berharap proses ekspor Indonesia dapat berlangsung lebih cepat, efisien, dan mampu bersaing di tengah tantangan perdagangan global yang semakin kompleks.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Fajar Sulaiman