- Home
- /
- EkBis
- /
- Agribisnis
Antisipasi Kekeringan di Sukra Indramayu, Kementan Pasok Pompa Air untuk 1.945 Hektare Lahan
Kredit Foto: Antara/Adeng Bustomi
Sektor pertanian di wilayah Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu kini mendapatkan prioritas pengamanan pasokan irigasi secara ketat. Langkah antisipatif ini diambil menyusul adanya ancaman kekeringan lahan akibat datangnya siklus iklim global el Nino.
Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Andi Nur Alamsyah, menjelaskan pompanisasi menjadi salah satu strategi adaptasi perubahan iklim yang dijalankan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk memastikan sumber air tetap dapat dimanfaatkan ketika curah hujan menurun.
Untuk itu, Andi melanjutkan, Kementan menyerahkan bantuan tujuh unit pompa air kepada tujuh kelompok tani di Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu guna mengantisipasi el Nino mendatang.
"Kawasan Sukra dilaporkan mengantongi catatan luasan area sawah potensial terdampak kekeringan hingga mencapai 1.945 hektare. Ketiadaan curah hujan memicu kekhawatiran rusaknya kalender tanam padi milik para petani lokal," ujar Andi dalam keterangan pers Kementan, Jumat (3/7/2026).
Dengan tambahan pompa air tersebut, lanjut Andi, potensi luas tanam pada musim berikutnya diperkirakan dapat meningkat hingga mencapai 3.445 hektare. Dia mengatakan, program pompanisasi bukan sekadar bantuan alat dan mesin pertanian, melainkan bagian dari strategi nasional dalam menghadapi perubahan iklim dan menjaga keberlanjutan produksi pangan.
"Pompanisasi adalah instrumen mitigasi yang sangat efektif. Dengan memanfaatkan sumber-sumber air yang tersedia, kita memastikan petani tetap bisa menanam meskipun curah hujan menurun," katanya.
Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Kementan memilih melakukan langkah antisipatif sebelum dampak kekeringan meluas. Menurutnya, pengalaman menghadapi El NiƱo pada tahun-tahun sebelumnya menjadi pelajaran penting bahwa mitigasi harus dilakukan sejak dini.
Baca Juga: Belarus Minta Ekspor Kakao RI 120 Ribu Ton Per Tahun, Mentan Amran Siap Genjot Produksi
Baca Juga: Amran Borong Jagung Lokal Rp5.500/Kg untuk Amunisi Cadangan Pakan
"Kita harus bergerak sebelum kekeringan meluas. Jangan sampai petani kehilangan musim tanam. Karena itu kami mempercepat berbagai langkah mitigasi, salah satunya melalui gerakan pompanisasi agar air tetap tersedia dan produksi pangan tetap aman," kata Mentan Amran.
Mentan Amran menjelaskan, selain pompanisasi, pemerintah juga mempercepat rehabilitasi jaringan irigasi, optimalisasi lahan, serta pemanfaatan teknologi pertanian untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional.
"Kita tidak boleh menunggu krisis terjadi. Prinsip kita adalah mitigasi dari hulu. Air harus tersedia, irigasi harus berfungsi, dan petani harus tetap bisa menanam. Dengan cara itu, produksi pangan nasional tetap terjaga meskipun menghadapi tantangan iklim," ujarnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Muhammad Farhan Shatry
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: