'Saya Kira Orang Iran Membenci Khamenei', Trump Sindir Air Mata Palsu Para Pelayat
Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
Pernyataan terbaru Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memantik polemik internasional. Kali ini, Trump menjadi sorotan setelah melontarkan komentar kontroversial mengenai suasana duka dalam upacara pemakaman kenegaraan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Ucapan Trump itu muncul ketika Iran masih menjalani masa berkabung nasional selama sepekan atas wafatnya Khamenei. Alih-alih menunjukkan simpati, Trump justru mempertanyakan ketulusan ribuan pelayat yang memadati prosesi pemakaman tersebut.
Dalam wawancara bersama Axios, Trump mengaku meyakini banyak rakyat Iran sebenarnya tidak menyukai Khamenei karena berbagai persoalan yang terjadi selama masa kepemimpinannya, mulai dari penindasan politik hingga kesulitan ekonomi.
Merujuk pada rekaman dan foto-foto dari prosesi pemakaman, Trump kemudian melontarkan komentar yang langsung menuai kontroversi.
Baca Juga: Prabowo dan Jokowi Diisukan Mulai Renggang, Ini Kata Gerindra
"Saya kira orang Iran membenci Khamenei. Mungkin ini air mata palsu."
Khamenei diketahui meninggal dunia pada awal tahun ini dalam aksi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Kepergiannya disambut dengan prosesi pemakaman kenegaraan yang dihadiri puluhan ribu warga di Teheran.
Sejumlah pejabat tinggi pemerintahan, pemimpin agama, hingga tokoh penting dari berbagai negara juga turut hadir memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang telah lama memimpin Republik Islam Iran tersebut.
Rangkaian prosesi pemakaman diwarnai doa bersama, lantunan nyanyian keagamaan, serta berbagai slogan yang ditujukan kepada Amerika Serikat dan Israel.
Dalam wawancara yang sama, Trump juga menyinggung situasi keamanan selama pemakaman berlangsung. Ia mengatakan Amerika Serikat memilih tidak melakukan tindakan militer terhadap Iran selama prosesi penghormatan tersebut.
Meski begitu, Trump mengungkapkan bahwa para pemimpin senior Iran berkumpul di satu lokasi saat pemakaman sehingga secara teori bisa menjadi sasaran serangan.
Namun, ia menegaskan Amerika Serikat tidak akan melakukan langkah tersebut karena masih ingin membuka peluang negosiasi dengan Iran di masa mendatang.
Baca Juga: Adik Prabowo Tegas: MBG Tidak akan Berhenti sampai Nanti Kita...
Pernyataan Trump langsung memicu reaksi keras dari berbagai pihak di Iran. Sejumlah pejabat serta tokoh yang berkaitan dengan pemerintah menilai komentar tersebut sebagai bentuk penghinaan terhadap para pelayat sekaligus menunjukkan ketidakpahaman terhadap budaya Iran, khususnya tradisi berkabung secara terbuka.
Beberapa media Iran bahkan menggambarkan ucapan Trump sebagai pernyataan yang tidak sopan dan provokatif di tengah suasana duka nasional.
Komentar tersebut pun dinilai semakin memperkeruh hubungan diplomatik Amerika Serikat dan Iran yang selama ini memang berada dalam kondisi tegang.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: