Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Dicap 'Gila' oleh Trump, Netanyahu Klaim Israel dan Amerika Masih Satu Tujuan soal Perang Iran

Dicap 'Gila' oleh Trump, Netanyahu Klaim Israel dan Amerika Masih Satu Tujuan soal Perang Iran Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Israel bantah hubungannya merenggang dengan Amerika Serikat (AS). Pihaknya menegaskan bahwa kedua negara masih satu tujuan dalam perangnya dengan Iran.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan tak ada keretakan hubungan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Hubungannya tetap solid meski belakangan ia sempat disebut gila oleh Trump.

Baca Juga: Generasi Muda Amerika Ternyata Semakin Membenci Israel, Netanyahu Sampai Dibuat Prihatin

Netanyahu juga menepis anggapan bahwa terdapat keretakan hubungan antara Washington dan Tel Aviv. Ia menegaskan dirinya dan politikus itu masih memiliki tujuan yang sama, yakni memastikan senjata nuklir tak pernah dimiliki oleh Israel.

"Kami memiliki tujuan yang sama. Kami ingin musuh menghentikan program senjata nuklirnya. Kami ingin material uranium yang telah diperkaya disingkirkan. Kami ingin fasilitas pengayaan nuklir dibongkar," ujar Netanyahu, dikutip Senin (6/7).

Menurutnya, Trump percaya tekanan yang diberikan kedua negara terhadap musuh selama perang telah menciptakan posisi tawar yang kuat untuk memaksa mereka memenuhi tuntutan tersebut melalui jalur diplomasi.

"Trump percaya bahwa setelah tekanan besar yang diberikan kami kepada mereka, negosiasi dapat mencapai tujuan tersebut. Kami menghormati pendekatan itu dan saya berharap ia berhasil," katanya.

Namun Netanyahu menegaskan, hasil perundingan bukan faktor penentu bagi Israel. Ia tidak akan pernah sudi melihat senjata nuklir dimiliki oleh Israel.

"Perjanjian atau tidak ada perjanjian, selama saya masih menjadi perdana menteri, mereka tidak akan memiliki senjata nuklir," tegasnya.

Pernyataan itu disampaikan di tengah spekulasi mengenai memburuknya hubungan kedua pemimpin setelah beberapa komentar keras dari Trump ke Netanyahu. Ia sempat menyebut sosok tersebut sebagai seseorang yang gila, tidak punya penilaian baik hingga lupa siapa bosnya karena mengganggu upaya negosiasi Iran dan Amerika Serikat.

Namun Netanyahu memilih meredam isu tersebut. Ia mengatakan perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar dalam hubungan antara dua sekutu dekat.

"Trump adalah pemimpin dari Amerika Serikat. Dia melakukan apa yang terbaik bagi Amerika. Saya pemimpin dari Israel. Saya melakukan apa yang terbaik bagi Israel. Sebanyak 99 persen waktu kami memiliki pandangan yang sama," ujarnya.

Baca Juga: Respons Jokowi Soal Ijazah Bikin Publik Ingat Soal Kebo Bertuliskan SBY: Dulu Tak Ada Pemidanaan...

Netanyahu juga mengungkapkan bahwa dirinya dan sang presiden telah sepakat bertemu di Washington. Keduanya akan membahas berbagai isu strategis, termasuk perkembangan negosiasi Amerika Serikat dengan Iran.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar