Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Lahir dari Rahim Kemerdekaan, Begini Peran BNI dalam Merawat Urat Nadi dan Kedaulatan Ekonomi

Lahir dari Rahim Kemerdekaan, Begini Peran BNI dalam Merawat Urat Nadi dan Kedaulatan Ekonomi Kredit Foto: BNI.co.id

Lebih lanjut dia mengungkapkan, di usia yang matang ini, BNI ditantang untuk melakukan debirokratisasi: menyederhanakan prosedur, memperluas jangkauan nirkabel, dan memperkuat aspek pendampingan agar program KUR tidak salah sasaran atau sekadar menjadi komoditas administratif. 

"Sebagai seorang pengamat yang memandang ekonomi dari kacamata keseimbangan spasial dan keadilan sosial, harapan saya terhadap BNI di usia ke-80 ini adalah munculnya agresivitas yang terukur dan strategis. BNI tidak boleh terjebak dalam zona nyaman bisnis korporasi semata. Tiga pilar pemberdayaan UMKM harus dihidupkan secara simultan," harap Hadi.

Dikatakan pula, bahwa, inklusivitas sejati dicapai ketika BNI mampu hadir di wilayah-wilayah periferi, memanfaatkan teknologi digital untuk mempercepat analisis kredit tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian, serta konsisten menekan tingkat suku bunga agar makin terjangkau. 

"Target penyaluran KUR tidak boleh sekadar mengejar kuantitas (checklist syndrome), melainkan wajib mengutamakan kualitas pembiayaan yang disertai pendampingan berkelanjutan. Keberhasilan riil adalah saat UMKM tidak hanya bertahan hidup, melainkan tumbuh mandiri dan berkelanjutan," ujarnya.

Belajar dari Porang dan Sinergi Spasial Jawa Timur

Sebagai provinsi dengan basis kuantitas UMKM terbesar di Indonesia, menuntut pendekatan spasial dan sektoral yang spesifik. Karakteristik ekonominya yang dinamis memerlukan respons perbankan yang tangkas dan membumi. 

"Dalam konteks ini, BNI memiliki modalitas strategi yang sangat relevan untuk diakselerasi. Langkah pertama yang krusial adalah optimalisasi program BNI Xpora. Kita telah melihat bukti konkret bagaimana komoditas lokal seperti porang dari pelosok Jawa Timur berhasil menembus pasar ekspor Asia hingga Eropa berkat fasilitasi ini. BNI Xpora harus diperluas fungsinya menjadi sebuah one-stop solution hub yang mengonsolidasikan aspek legalitas, standar kualitas, hingga pencarian mitra dagang di luar negeri bagi produk lokal Jawa Timur," imbuhnya.

Baca Juga: BNI Perkenalkan Logo HUT ke-80, Simbol Pengabdian untuk Negeri

Langkah kedua adalah memperkuat kolaborasi kelembagaan. Sinergi tripartit antara BNI, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan Bank Indonesia harus diwujudkan dalam bentuk skema kredit lokal berbunga murah serta program literasi digitalisasi terpadu. BNI harus mengoptimalkan seluruh jaringan kantor cabangnya di kabupaten/kota di Jawa Timur, sekaligus memaksimalkan platform digital seperti eform.bni.co.id guna memangkas jarak geografis dalam pengajuan KUR.

"Melalui integrasi yang utuh antara pembiayaan yang inklusif, pendampingan yang intensif, digitalisasi yang membumi, dan pembukaan akses pasar global, BNI di usianya yang ke-80 tahun tidak hanya akan kokoh sebagai lembaga keuangan nasional, tetapi benar-benar menjadi motor penggerak kebangkitan ekonomi rakyat, dari Jawa Timur untuk Indonesia yang berdaulat," pungkasnya.

Halaman:

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Mochamad Ali Topan
Editor: Fajar Sulaiman