Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Rasio Kredit Macet Bengkak, OJK Kantongi 42 Multifinance dengan NPF Gross di Atas 5%

Rasio Kredit Macet Bengkak, OJK Kantongi 42 Multifinance dengan NPF Gross di Atas 5% Kredit Foto: (Istimewa)
Warta Ekonomi, Jakarta -

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat masih ada 42 perusahaan pembiayaan atau multifinance yang memiliki rasio non-performing financing (NPF) gross di atas 5% hingga Mei 2026. Seiring dengan itu, regulator pun memperketat pengawasan dan meminta perusahaan segera melakukan langkah perbaikan guna menjaga kualitas pembiayaan di tengah pertumbuhan industri.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK, Agusman, mengatakan selain NPF gross, masih terdapat lima perusahaan pembiayaan dengan NPF net di atas ambang batas yang sama.

"Pada Mei 2026, terdapat 42 Perusahaan Pembiayaan dengan NPF gross di atas 5% dan 5 Perusahaan Pembiayaan dengan NPF net di atas 5%. OJK terus melakukan pengawasan secara ketat dan meminta perusahaan untuk melakukan langkah perbaikan antara lain melalui penguatan prinsip kehati-hatian, manajemen risiko, monitoring kualitas pembiayaan, dan optimalisasi penagihan untuk menekan NPF," ujar Agusman dalam keterangan tertulis, Senin (13/7/2026).

Agusman mengatakan, pengawasan terhadap perusahaan pembiayaan dengan tingkat pembiayaan bermasalah yang tinggi menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas industri multifinance. Maka dari itu, OJK meminta perusahaan memperkuat penerapan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran pembiayaan agar risiko kredit dapat ditekan.

Di tengah pengawasan, OJK masih melihat ruang pertumbuhan industri multifinance hingga akhir tahun. Tercatat, per Mei 2026 total penyaluran pembiayaan tercatat sebesar Rp513,19 triliun atau tumbuh 1,71% secara tahunan (year on year/yoy).

Baca Juga: OJK Perluas Perdagangan Karbon, Perkuat Ekonomi Hijau

Baca Juga: Pembiayaan Multiguna Sentuh Rp256,77 Triliun, Jadi Penyangga Industri Multifinance

"Penyaluran pembiayaan pada Mei 2026 tumbuh 1,71% year on year menjadi Rp513,19 triliun. Peluang pertumbuhan hingga akhir tahun masih terbuka seiring adanya ruang ekspansi pembiayaan di berbagai segmen industri," kata Agusman.

Di sisi lain, pembiayaan sektor produktif masih terkontraksi pada Mei 2026 sebesar 1,97% atau senilai Rp242,08 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Nilai tersebut setara dengan 44,57% dari total pembiayaan industri, meski regulator memperkirakan segmen tersebut masih memiliki peluang untuk kembali tumbuh seiring meningkatnya kebutuhan pembiayaan sektor produktif.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Azka Elfriza
Editor: Dwi Aditya Putra