Berawal dari Minyak Jelantah, FIFGROUP Mojokerto Ubah Limbah Jadi Souvenir hingga Sumber Dana Sosial
Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
Tidak berhenti di lingkungan perusahaan, FIFGROUP juga mengajak warga di sekitar kantor mengikuti demonstrasi pengolahan minyak jelantah. Edukasi dilakukan agar masyarakat tidak lagi membuang limbah minyak ke saluran air yang dapat menyumbat drainase dan mencemari lingkungan.
Program ini bahkan berkembang menjadi kolaborasi dengan pelaku UMKM. Produk sabun dan lilin mulai dipasarkan sebagai suvenir, termasuk suvenir pernikahan, melalui mitra UMKM dan kanal penjualan daring.
Menariknya, keuntungan dari penjualan produk tidak menjadi pendapatan perusahaan. Seluruh hasil penjualan dikembalikan untuk mendukung berbagai kegiatan sosial karyawan, seperti bantuan bagi karyawan yang sakit, melahirkan, mengalami musibah, maupun kegiatan internal lainnya.
"Prinsip kami adalah dari karyawan, oleh karyawan, dan untuk karyawan. Jadi manfaatnya kembali lagi kepada mereka," tutur Maria.
Baca Juga: Astra Ajak Generasi Muda NTB Jadi Agen Perubahan melalui SATU Indonesia Awards 2026
Menurutnya, tantangan terbesar justru bukan pada proses produksi, melainkan membangun kesadaran karyawan mengenai pentingnya mengelola minyak jelantah. Karena itu, tim lebih dulu melakukan sosialisasi dan membentuk komunitas belajar sebelum program dijalankan.
Pendekatan tersebut membuahkan hasil. Program ini mendapat dukungan dari Dinas Lingkungan Hidup, Bank Sampah Kota Mojokerto, hingga menjadi bahan studi banding sejumlah instansi, termasuk Polres Mojokerto yang ingin mengembangkan program serupa bersama Bhayangkari.
Ke depan, FIFGROUP Mojokerto belum berfokus menjadikan produk tersebut sebagai bisnis komersial berskala besar. Prioritas utama perusahaan adalah memperluas budaya pengelolaan limbah minyak jelantah ke cabang-cabang lain sehingga semakin banyak karyawan dan masyarakat yang memahami bahwa limbah rumah tangga pun dapat diubah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Fajar Sulaiman
Tag Terkait: