Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Maulana Wiga Terpilih Pimpin STARFINDO 2026–2029, Bidik Penguatan Ekosistem Startup Industri

Maulana Wiga Terpilih Pimpin STARFINDO 2026–2029, Bidik Penguatan Ekosistem Startup Industri Kredit Foto: Starfindo
Warta Ekonomi, Jakarta -

Maulana Wiga terpilih sebagai Ketua STARFINDO periode 2026–2029 setelah memenangkan Pemilu STARFINDO 2026 yang digelar pada Selasa (7/7/2026). Terpilihnya Wiga menandai dimulainya kepengurusan baru yang akan berfokus pada penguatan ekosistem startup industri Indonesia dan peningkatan daya saing di tingkat global.

Proses pemilihan berlangsung kompetitif dengan diikuti sejumlah kandidat yang memiliki rekam jejak dan dukungan yang kuat di internal organisasi. Hasil pemungutan suara menetapkan Maulana Wiga sebagai ketua untuk memimpin STARFINDO selama tiga tahun ke depan.

Dalam pidato usai terpilih, Wiga mengatakan amanah tersebut menjadi tanggung jawab untuk mendorong startup industri Indonesia agar mampu bersaing di pasar internasional.

"Amanah ini bukan sekadar kemenangan dalam sebuah pemilihan, melainkan tanggung jawab untuk membawa startup industri Indonesia naik kelas. Kami ingin memperkuat posisi startup Indonesia di tengah perubahan dunia yang semakin cepat," ujar Wiga.

Baca Juga: 21 Startup RI Bertemu Investor, ITB Dorong Hilirisasi Riset Jadi Bisnis

Menurutnya, kepengurusan baru akan mengarahkan STARFINDO menjadi wadah yang mampu memperkuat kolaborasi antarpemangku kepentingan sekaligus mendorong lahirnya inovasi yang berorientasi pada kebutuhan industri.

Ia menargetkan organisasi tidak hanya menjadi tempat berhimpunnya pelaku startup, tetapi juga berperan sebagai penghubung antara inovasi nasional dengan peluang pasar global.

"Visi kami adalah menjadikan STARFINDO sebagai rumah inovasi industri Indonesia dan jembatan menuju pasar dunia. Organisasi ini harus mampu mendorong lahirnya startup yang tidak hanya berkembang di dalam negeri, tetapi juga menjadi bagian dari rantai pasok global," katanya.

Di bawah kepemimpinannya, STARFINDO juga akan melakukan pembenahan tata kelola organisasi melalui peningkatan transparansi, digitalisasi sistem administrasi, serta pengambilan keputusan berbasis data.

Selain itu, Wiga menilai kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, investor, dan pelaku startup menjadi faktor penting dalam mempercepat pengembangan ekosistem inovasi nasional. Sinergi tersebut dinilai dapat memperluas akses pendanaan, mempercepat adopsi teknologi, membuka pasar internasional, hingga mendorong hilirisasi inovasi di sektor industri.

Untuk periode kepengurusan 2026–2029, STARFINDO menargetkan penguatan ekosistem startup industri melalui peningkatan daya saing teknologi, perluasan kemitraan internasional, serta pengembangan inovasi yang mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Istihanah
Editor: Istihanah