- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
Produksi Hanya 65%, Freeport Sebut Setoran ke Negara Bakal Turun di 2026
Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Sementara itu, produksi emas diproyeksikan naik dari sekitar 700 ribu ounce pada 2026 menjadi 1 juta ounce pada 2027 sebelum mencapai sekitar 1,4 juta ounce pada 2028.
Belum optimalnya kapasitas produksi tersebut berdampak langsung terhadap penurunan proyeksi penerimaan negara dari PTFI pada 2026.
Dengan asumsi harga tembaga sebesar US$6 per pound dan harga emas US$4.500 per ounce, setoran ke kas negara diperkirakan turun dibandingkan realisasi 2025 yang mencapai US$4,3 miliar.
"Pada tahun 2026, penerimaan negara yang terdiri atas pajak, dividen, dan royalti diperkirakan menurun menjadi 2,6 miliar dolar AS dari tahun sebelumnya sebesar 4,3 miliar dolar AS. Dalam jumlah tersebut, terdapat dividen sebesar 1,1 miliar dolar AS yang akan diterima pemerintah melalui MIND ID," katanya.
Seiring pulihnya produksi tambang, kontribusi PTFI kepada negara diproyeksikan kembali meningkat.
Perusahaan memperkirakan penerimaan negara mencapai US$4,7 miliar pada 2027, kemudian naik menjadi US$7,1 miliar pada 2028 dan 2029, sebelum menembus US$8 miliar pada 2030.
Proyeksi tersebut didorong oleh peningkatan produksi tambang secara bertahap hingga kembali beroperasi pada kapasitas penuh.
"Ketika kapasitas produksi penuh telah tercapai, penerimaan negara diperkirakan dapat melebihi 7 miliar dolar AS per tahun. Apabila dikonversikan ke dalam rupiah, nilainya mencapai sekitar Rp120 triliun per tahun. Penerimaan tersebut diperkirakan terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya," tutup Tony Wenas.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: