Seret Eks Presiden Iran, Media Amerika Bongkar Operasi Rahasia Mossad untuk Gulingkan Rezim Khamenei
Kredit Foto: Istimewa
Sebuah laporan mengejutkan datang dari Media Amerika Serikat (AS). Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad diduga pernah menjadi bagian dari operasi rahasia untuk menggulingkan rezim dari Khammenei di Iran.
Laporan The New York Times mengungkap bahwa terhadap operasi penggulingan dari Badan Intelijen Israel, Mossad. Mereka selama beberapa tahun telah bersiap untuk merekrut dan menyiapkan politikus terkait sebagai pemimpin baru dari Iran.
Baca Juga: Don Ritto Ungkap Sosok Utama di Balik Kasus Febrie Adriansyah: Dia Tukang Catut Nama-nama Petinggi
Menurut laporan tersebut, upaya itu berlangsung sejak sekitar 2022. Namun operasi tersebut mencapai puncaknya saat pecah perang dari Amerika Serikat-Israel ke Iran.
Ahmadinejad dalam laporan tersebut disebutkan beberapa kali melakukan pertemuan dengan agen intelijen, termasuk dengan Eks Kepala Mossad, David Barnea. Salah satu pertemuan disebut berlangsung di Budapest, Hungaria.
Ahmadinejad sendiri kembali melakukan pertemuan dengan pihak Israel pada 2025. Hal tersebut terjadi hanya beberapa hari sebelum adanya serangan serangan besar-besaran dari Israel ke Iran.
The New York Times juga mengklaim politikus sempat dibawa ke sebuah rumah aman setelah serangan awal tahun ini yang menewaskan Eks Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei.
Namun, Ahmadinejad disebut akhirnya meninggalkan lokasi tersebut karena kecewa terhadap rencana untuk menempatkannya kembali sebagai pemimpin dari Iran.
Ahmadinejad disebutkan mulai meyakini bahwa jalan kembali ke kekuasaan hanya bisa ditempuh melalui campur tangan asing. Bahkan, laporan itu menyebut politikus itu dikabarkan tak hanya siap mengakui, namun juga bergabung dalam Abraham Accords.
Klaim tersebut tentu sangat mengejutkan mengingat pribadi dari Ahmadinejad. Ia selama menjabat dikenal sebagai salah satu tokoh paling keras menentang Israel. Ia berulang kali menyerukan penghancuran negara tersebut hingga menyangkal Holocaust.
Meski demikian, setelah tidak lagi menjabat, politikus itu beberapa kali berseberangan dengan pemerintah dan mulai mengkritik elite penguasa terkait korupsi serta tata kelola negara.
Adapun seluruh tuduhan dalam laporan terkait dengan agen rahasia ini langsung dibantah oleh Kantor Ahmadinejad. Mereka menyebut tuduhan ini sebagai hanya cerita bergaya Hollywood.
"Tuduhan-tuduhan ini adalah klaim bergaya Hollywood. Tidak layak untuk dibantah," demikian pernyataan dari Kantor Ahmadinejad.
Mereka juga membantah bahwa politikus itu pernah menjalani tahanan rumah maupun bekerja sama dengan intelijen dari Israel. Ahmadinejad menurutnya tetap menjalankan aktivitas sehari-hari seperti biasa.
Bantahan tersebut diperkuat dengan kemunculan politikus itu dalam tayangan televisi pemerintah pada sebuah acara penghormatan bagi Ali Khamenei di Teheran. Ahmadinejad dalam rekaman itu terlihat menghadiri acara secara terbuka dan berinteraksi dengan sejumlah peserta.
Adapun Media Israel, Haaretz juga menyebut bahwa rencana tersebut benar adanya namun mengalami kegagalan total.
Selain menghadapi keraguan dari kalangan intelijen militer sendiri, skenario tersebut disebut runtuh karena pemerintahan musuh tetap mampu mempertahankan kendali atas negara meski perang berkecamuk antar Iran dan Israel-Amerika.
Baca Juga: Terus Diserang Amerika, Iran Ancam Tak Biarkan Setetes Pun Minyak Lewati Selat Hormuz
Hingga kini tidak ada bukti independen yang dapat memverifikasi seluruh klaim dalam laporan tersebut. Mossad dan Israel juga belum memberikan komentar resmi terkait tuduhan operasi rahasia yang melibatkan Ahmadinejad.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: