Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Amerika Bersiap 'All Out' Menyerang Iran, Targetkan Pembangkit Listrik hingga Jembatan Teheran

Amerika Bersiap 'All Out' Menyerang Iran, Targetkan Pembangkit Listrik hingga Jembatan Teheran Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengisyaratkan eskalasi besar dalam konflik dengan Iran. Ia menyatakan militer negaranya akan meningkatkan intensitas serangan dalam beberapa hari ke depan, bahkan menyebut infrastruktur vital seperti pembangkit listrik dan jembatan dari Teheran.

Trump menegaskan operasi militer negaranya belum akan berhenti dan justru akan semakin intensif terhadap Iran. Hal itu menyusul belum adanya upaya negosiasi yang muncul dari Washington dan Teheran.

Baca Juga: Wacana Upeti ke Amerika Batal usai Trump Ditelepon Raja Timur Tengah: Awalnya Saya Kira Ide Bagus...

"Malam ini kami akan menghantam mereka dengan sangat keras. Besok malam kami akan menghantam mereka dengan sangat keras. Malam berikutnya kami juga akan menghantam mereka dengan sangat keras," kata Trump, dikutip Rabu (15/7).

Ia kemudian mengungkap bahwa target serangan berikutnya akan menyasar infrastruktur strategis Iran. Ia mengaku akan menyerang pembangkit listrik hingga jembatan di negara tersebut jika tak kunjung ada negosiasi antara kedua negara.

"Dan minggu depan keadaan akan menjadi sangat buruk bagi mereka. Minggu depan giliran pembangkit listrik. Minggu depan giliran jembatan-jembatan. Kami akan melumpuhkan semua pembangkit listrik mereka. Kami akan menghancurkan semua jembatan mereka, kecuali mereka mau datang ke meja perundingan dan bernegosiasi," ujarnya.

Pernyataan tersebut menjadi ancaman paling terbuka dari sang presiden mengenai kemungkinan perluasan target serangan negaranya ke fasilitas sipil yang menjadi tulang punggung aktivitas ekonomi dan transportasi dari Iran.

Menurut Trump, Iran kini tidak memiliki banyak pilihan selain menerima kesepakatan dengan Amerika Serikat. Ia menuding Teheran berulang kali melanggar hasil perundingan yang pernah dicapai.

"Mereka ingin membuat kesepakatan, tetapi setiap kali kesepakatan dibuat, mereka selalu melanggarnya," kata Trump.

Trump juga memberikan peringatan keras kepada pemerintah dari Iran. Ia menuntut agar mereka segera mengambil keputusan untuk berdamai dengan Amerika.

"Lebih baik kalian membuat kesepakatan. Kalau tidak, tidak akan ada siapa pun yang tersisa," tegasnya.

Baca Juga: Update dari Kasus Ijazah, Titik Terang Dugaan Roy Suryo Memanipulasi Dokumen Elektronik Milik Jokowi

Ancaman terbaru tersebut muncul di tengah meningkatnya serangan militer negaranya terhadap sejumlah target di Iran. Apabila ancaman itu benar-benar direalisasikan, maka pembangkit listrik dan jaringan jembatan berpotensi menjadi sasaran utama operasi militer dari Amerika. Hal tersebut diperkirakan akan semakin memperbesar eskalasi konflik dan memperumit peluang tercapainya penyelesaian diplomatik antara kedua negara.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar