Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Daftar Kejahatan Perang Amerika Serikat Kembali Bertambah, Ini Klaim Pemerintah Iran

Daftar Kejahatan Perang Amerika Serikat Kembali Bertambah, Ini Klaim Pemerintah Iran Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah Iran kembali melontarkan tuduhan keras terhadap Amerika Serikat (AS). Teheran menyebut serangan militer terbaru dari negara terkait sudah menewaskan sejumlah warga sipil di Desa Seyed Jowzar, Kabupaten Hajjiabad, Provinsi Hormozgan, Iran Selatan.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei mengatakan serangan tersebut menewaskan tiga anggota keluarga seorang penjaga hutan (ranger) bernama Javad Hasanzadeh. Ia menilai serangan itu menjadi contoh terbaru kejahatan perang yang dilakukan Amerika Serikat.

Baca Juga: Seret Eks Presiden Iran, Media Amerika Bongkar Operasi Rahasia Mossad untuk Gulingkan Rezim Khamenei

"Serangan militer musuh terhadap pos penjaga hutan merupakan contoh terbaru dari kejahatan perang keji yang dilakukan Amerika," kata Baghaei, dikutip Rabu (15/7).

Ia menambahkan bahwa daftar dugaan pelanggaran yang dilakukan musuh terhadap warga sipilnya terus bertambah dari hari ke hari. Menurutnya, hal ini menjadi bukti tidak ada itikad baik diplomasi dari Amerika.

"Daftar kejahatan mereka terhadap rakyat kami semakin panjang setiap harinya. Dari hari ke hari, mereka memperlihatkan lapisan baru permusuhannya terhadap Iran," ujarnya.

Baghaei mengatakan tiga korban tewas merupakan anggota keluarga dari Javad Hasanzadeh. Ia diketahui bekerja sebagai penjaga hutan di wilayah tersebut.

Menurutnya, serangan itu hanyalah salah satu dari rangkaian serangan yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir.

"Ini hanyalah contoh terbaru dari kejahatan perang keji musuh selama empat setengah bulan terakhir, yang dimulai dengan pembunuhan para pemimpin serta anak-anak, perempuan, dan laki-laki di Teheran, Minab dan Lamard," katanya.

Pernyataan tersebut kembali memperlihatkan meningkatnya tensi politik dan militer antara Iran dan Amerika Serikat.

Baca Juga: Don Ritto Ungkap Sosok Utama di Balik Kasus Febrie Adriansyah: Dia Tukang Catut Nama-nama Petinggi

Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Amerika Serikat. Selain itu, klaim mengenai jumlah korban maupun kronologi serangan belum dapat diverifikasi secara independen.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar

Tag Terkait: