Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Kejar Target Ekonomi 8 Persen, Komdigi: Sektor Digital Jadi Mesin Paling Efisien Keluar dari Middle Income Trap

Kejar Target Ekonomi 8 Persen, Komdigi: Sektor Digital Jadi Mesin Paling Efisien  Keluar dari Middle Income Trap Kredit Foto: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menegaskan bahwa transformasi digital bukan sekadar soal pemerataan konektivitas, melainkan mesin utama untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen yang dicanangkan Presiden. Sektor digital dinilai sebagai jalan paling efisien bagi Indonesia untuk keluar dari jebakan pendapatan menengah atau Middle Income Trap.

Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Sonny Hendra Sudaryana mengatakan pendapatan per kapita Indonesia yang masih berada di bawah angka USD 5.000, Indonesia harus melipatgandakan pertumbuhannya hingga tiga kali lipat sebelum bonus demografi berakhir pada tahun 2035.

"Jadi 8% itu sebenarnya yang harus kita tempuh atau pertumbuhan yang harus kita capai untuk keluar dari middle income trap. Pendapatan per kapita sekarang kita di bawah 5.000, sekitar 4.800 atau 4.900. Kalau untuk keluar dari middle income trap, kita harus triple pertumbuhannya, 3 kali lipat" ujar Sonny dalam Bronyx AI Launch World-Class AI Penetration Test in Hours di Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Salah satu alasan kuat mengapa sektor digital menjadi tumpuan adalah tingkat efisiensinya yang tinggi. Hal ini terlihat dari angka Incremental Capital Output Ratio (ICOR), yakni parameter yang mengukur besarnya investasi yang dibutuhkan untuk menciptakan satu unit pertumbuhan ekonomi.

Semakin rendah angka ICOR, semakin efisien ekonomi suatu negara.

Sonny mengatakan saat ini ICOR nasional Indonesia masih tergolong tinggi atau tidak efisien, yakni berada di angka hampir 7 persen. Namun, sektor digital menunjukkan angka yang jauh lebih menjanjikan.

“Kalau kita lihat sektor telekomunikasi, itu ICOR-nya 5,3 dan Digital ekonomi 4,3," kata Sonny.

Ia mengatakan Gojek sebagai contoh dari pertumbuhan ICOR disektor digital.

Baca Juga: Komdigi: 6,8 Juta Warga Sudah Registrasi Kartu SIM dengan Verifikasi Biometrik

"Yang paling efisien contoh perusahaan ICOR-nya efisien Gojek yaitu 2,3. Very efficient dari sisi investment ke growth faktornya. Dan harapannya ini bisa kontribusi ke 8%," tambahnya.

Sonny menyoroti bagaimana kekuatan yang dimiliki Indonesia di sektor digital dapat dimaksimalkan agar menjadi pendapatan ekonomi digital.

"Kalau kita lihat Indonesia, all eyes on Indonesia. Semua kalau mau jadi unicorn harus ke Indonesia. Kalau pengen jadi gede, harus ke Indonesia. Karena half of ASEAN is Indonesia. 286 juta penduduk, 80% di bagian internet. Ini masif kapasitas yang harus kita convert ke real economy," ujarnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Fajar Sulaiman