Sejalan dengan PP Tunas, Meutya Hafid Sambut Baik Aturan Pembatasan Gadget di Sekolah
Kredit Foto: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Meutya menilai keterlibatan orang tua dan sekolah menjadi faktor penting dalam mendampingi anak saat menggunakan perangkat digital. Karena itu, pembatasan penggunaan gadget di sekolah dinilai dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif sekaligus memperkuat perlindungan anak di era digital.
Selain itu, ia mengingatkan berbagai ancaman yang kini dihadapi anak di internet, mulai dari kontak dengan orang asing, paparan konten yang tidak sesuai usia, kecanduan gawai, gangguan kesehatan mental, hingga perjudian online, eksploitasi digital, kekerasan siber, dan disinformasi.
“Karena peran orang tua dan lingkungan pendidikan sangat vital dalam melakukan pengawasan dan pendampingan bagi anak-anak di tengah gencarnya perkembangan dunia digital,” tambahnya.
Untuk menghadapi tantangan tersebut, Meutya menekankan pentingnya literasi digital sejak usia sekolah. Menurutnya, anak-anak perlu dibekali kemampuan mengenali informasi palsu, menjaga keamanan data pribadi, memahami etika bermedia digital, serta memanfaatkan teknologi secara produktif.
“Melihat betapa mudah dan cepatnya akses di ruang digital, anak-anak perlu dibekali kemampuan mengenali disinformasi dan konten berbahaya, menjaga keamanan data pribadi serta etika di ruang digital, hingga menggunakan teknologi secara produktif,” ungkapnya.
Baca Juga: Wamen Nezar Patria: Festival Film Keluarga Bisa Jadi Model Baru Sosialisasi PP TUNAS
Ia menambahkan perlindungan anak di ruang digital memerlukan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pendidikan, telekomunikasi, keamanan siber, kesehatan mental, hingga penegakan hukum. Pemerintah, kata dia, juga membutuhkan dukungan platform digital agar menciptakan ekosistem yang aman tanpa menghambat pemanfaatan teknologi untuk kegiatan belajar.
"Tentunya kami mengapresiasi kebijakan yang dikeluarkan oleh Kemendikdasmen. Perlindungan anak hari ini memang membutuhkan integrasi kebijakan di sektor pendidikan, telekomunikasi, keamanan siber, kesehatan mental, jaminan hukum, dan sektor-sektor lainnya," ujar Meutya.
Ia menegaskan Komdigi siap bekerja sama dengan kementerian dan lembaga lain untuk menjalankan komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan ruang digital yang aman dan sehat bagi anak-anak Indonesia melalui implementasi PP Tunas.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Fajar Sulaiman