Wamenkomdigi Nezar Ungkap Empat Strategi Tutup Kesenjangan Kapabilitas AI di Indonesia
Kredit Foto: Komdigi
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyiapkan empat langkah strategis untuk memperkuat kapabilitas kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia. Langkah tersebut ditempuh agar tingginya adopsi AI di Indonesia dapat diikuti dengan kemampuan memanfaatkan teknologi tersebut secara lebih produktif di berbagai sektor.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengatakan Indonesia saat ini termasuk salah satu negara dengan tingkat adopsi AI tertinggi di dunia. Namun, menurutnya, tantangan yang dihadapi kini bukan lagi soal akses terhadap teknologi, melainkan kemampuan menggunakannya secara optimal.
"Adopsi saja mungkin tidak cukup, memakai AI saja tidak cukup, tapi bagaimana kapabilitas dalam menggunakannya menjadi sangat penting," ujar Nezar di Jakarta Pusat, Rabu (15/7/2026).
Ia mengungkapkan Indonesia masuk dalam lima besar dunia untuk penggunaan ChatGPT dalam aktivitas coding, analitik data, dan pendidikan. Selain itu, hampir separuh angkatan kerja di Indonesia telah menggunakan AI setiap pekan.
Meski demikian, tingginya penggunaan AI belum diiringi pemanfaatan yang lebih mendalam, baik oleh individu maupun pelaku usaha.
Menurut Nezar, sebagian besar perusahaan masih menggunakan AI untuk mendukung aktivitas operasional dasar, sementara hanya sedikit yang telah mengintegrasikannya untuk mentransformasi model bisnis.
"Ini bukan soal kesenjangan akses, tapi kesenjangan dalam hal kedalaman," katanya.
Baca Juga: Nezar Patria Ajak Generasi Muda Bangun Demokrasi Dinamis di Tengah Era Digital
Kondisi serupa juga terjadi pada jutaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Nezar menilai banyak UMKM yang belum sepenuhnya terdigitalisasi sehingga belum siap memanfaatkan AI secara maksimal.
"Kita tidak bisa membangun satu AI house atau rumah AI atas fondasi yang bahkan belum pernah terdigitalisasi," ujarnya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah tengah memperkuat fondasi pengembangan AI melalui penyusunan Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial (STRANAS KA), Peta Jalan AI Nasional, serta Etika AI Nasional yang akan dituangkan dalam Peraturan Presiden dengan pendekatan berbasis risiko.
Menurut Nezar, kebijakan tersebut diperlukan agar pengembangan AI berlangsung secara terarah, aman, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Fajar Sulaiman