Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Ini Tips Memilih Pinjaman Usaha agar Tak Membebani Keuangan

Ini Tips Memilih Pinjaman Usaha agar Tak Membebani Keuangan Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pelaku usaha kerap membutuhkan tambahan modal untuk mendukung ekspansi bisnis, mulai dari meningkatkan kapasitas produksi, menambah persediaan barang, membeli peralatan, hingga membuka cabang baru. Namun, keputusan mengajukan pinjaman perlu disertai perencanaan yang matang agar pembiayaan tidak justru membebani arus kas perusahaan.

Salah satu aspek yang perlu diperhatikan adalah tujuan penggunaan dana. Pinjaman sebaiknya dialokasikan untuk aktivitas produktif yang mampu meningkatkan pendapatan atau efisiensi usaha sehingga dapat mendukung kemampuan pelaku usaha dalam memenuhi kewajiban pembayaran cicilan.

Besaran pinjaman juga perlu disesuaikan dengan kemampuan keuangan usaha. Mengambil plafon pembiayaan yang terlalu besar tanpa memperhitungkan arus kas berpotensi meningkatkan risiko gagal bayar dan mengganggu operasional bisnis.

Selain itu, pelaku usaha disarankan memisahkan penggunaan dana pinjaman dengan kebutuhan pribadi. Pengelolaan keuangan yang disiplin dinilai penting untuk memastikan dana pembiayaan benar-benar digunakan sesuai rencana pengembangan usaha.

Di tengah meningkatnya kebutuhan pembiayaan, pelaku usaha juga perlu memastikan lembaga pembiayaan yang dipilih telah memiliki izin dan berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Langkah tersebut penting untuk memperoleh kepastian hukum, transparansi biaya, serta perlindungan konsumen.

Direktur Utama Indo Palm Solusi (IPS) Andi Awaludin mengatakan pembiayaan seharusnya menjadi instrumen untuk mendukung pertumbuhan usaha, bukan menambah tekanan terhadap kondisi keuangan pelaku usaha.

“Modal usaha seharusnya menjadi investasi untuk mempercepat pertumbuhan bisnis, bukan menjadi beban. Karena itu, kami selalu mendorong pelaku usaha agar memilih pembiayaan secara bijak, sesuai kebutuhan, kemampuan membayar, dan tujuan pengembangan usahanya,” ujar Andi dalam keterangan resmi.

Ia juga mengingatkan pentingnya memahami seluruh ketentuan pembiayaan sebelum mengajukan pinjaman, termasuk plafon, tenor, bunga atau imbal hasil, serta skema pembayaran cicilan.

“Pinjaman yang sehat adalah pinjaman yang dipahami dengan baik. Karena itu, kami selalu mengedepankan transparansi informasi agar pelaku usaha dapat menghitung kemampuan finansialnya sebelum mengambil keputusan,” katanya.

Dengan perencanaan yang matang dan pemilihan lembaga pembiayaan yang sesuai, pinjaman dapat menjadi salah satu instrumen untuk mempercepat pengembangan usaha tanpa mengganggu kesehatan keuangan perusahaan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri

Tag Terkait: