Airlangga Gandeng AS Hingga China Kembangkan AI dan Ekosistem Digital
Kredit Foto: YouTube Kemenko Perekonomian
Pemerintah menegaskan pengembangan kecerdasan buatan (AI) nasional tidak bergantung pada satu negara. Indonesia memilih membangun kerja sama dengan berbagai mitra internasional, termasuk China dan Amerika Serikat (AS), untuk memperkuat ekosistem digital sekaligus memperluas akses terhadap teknologi strategis.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pendekatan tersebut dilakukan melalui kebijakan pengembangan ekosistem digital yang bersifat multisource. Selain bergabung dalam World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO) yang diinisiasi China, Indonesia juga terlibat dalam inisiatif pengembangan AI yang digagas AS melalui Pax Silica.
“Indonesia melakukan kebijakan pengembangan digital dan ekosistem digital yang bersifat multisource,” kata Airlangga dalam konferensi pers daring dari Shanghai, China, Jumat (17/7/2026).
Menurut Airlangga, partisipasi Indonesia dalam WAICO dan Pax Silica bukanlah dua kerja sama yang saling bertentangan. Keduanya justru memiliki fokus berbeda sehingga dapat saling melengkapi dalam mendukung pengembangan AI nasional.
Ia menjelaskan, WAICO berorientasi pada pemanfaatan AI sebagai instrumen yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Sementara Pax Silica lebih menitikberatkan pada pembangunan ekosistem AI secara menyeluruh, termasuk pengembangan infrastruktur dan sistem pendukung digital.
Pemerintah, lanjut Airlangga, juga telah menyampaikan kepada AS keinginan untuk memperdalam kerja sama pengembangan ekosistem AI melalui Pax Silica. Langkah tersebut sejalan dengan penguatan hubungan ekonomi digital kedua negara.
Menurutnya, sebagian kerja sama digital Indonesia dan AS telah diakomodasi dalam Agreement on Reciprocal Tariff yang memuat bab khusus mengenai ekonomi digital, termasuk pembahasan terkait pengembangan AI.
Baca Juga: Airlangga Temui Mendag China, Ini yang Dibahas
Baca Juga: Jadi Pendiri WAICO, Indonesia Bidik Manfaat Ekonomi AI hingga US$400 Miliar
Airlangga menilai AI merupakan teknologi yang bersifat netral dan akan menjadi salah satu faktor utama yang mengubah lanskap ekonomi global. Karena itu, Indonesia memilih membangun kemitraan dengan berbagai negara agar tidak tertinggal dalam perkembangan teknologi tersebut.
Ia menambahkan, keikutsertaan Indonesia sebagai anggota WAICO juga membuka peluang bagi Indonesia untuk ikut berkontribusi dalam pembahasan tata kelola AI di tingkat internasasional sekaligus mengikuti perkembangan teknologi AI global secara lebih aktif.
Selain AI, pemerintah juga terus memperkuat pengembangan teknologi strategis lainnya, termasuk industri semikonduktor. Airlangga mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah menginisiasi pengembangan ekosistem semikonduktor nasional melalui kerja sama dengan mitra dari Inggris.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Fajar Sulaiman