Iran Janjikan Pelajaran Memalukan dan Menyakitkan untuk Amerika: Mereka Harus Menanggung Biaya...
Kredit Foto: Istimewa
Iran kembali mengeluarkan ancaman keras kepada Amerika Serikat (AS). Washington dijanjikan akan menerima "pelajaran yang tak terlupakan" apabila tetap melanjutkan eskalasi militer terhadap Teheran.
Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei mengatakan musuh harus bersiap menghadapi konsekuensi yang lebih besar apabila terus memicu perang di Timur Tengah.
Baca Juga: Ada Kejanggalan di Balik Upaya Roy Suryo Berkali-kali Ajukan Praperadilan di Kasus Ijazah Jokowi
"Kini ketika musuh berusaha memicu perang dan harus menanggung biaya yang lebih besar serta penghinaan yang lebih dalam, mereka harus mengetahui bahwa kita memiliki pelajaran yang tak akan terlupakan untuk mereka," bunyi pernyataan tersebut, dikutip Minggu (19/7/2026).
Sebelumnya, Amerika Serikat meningkatkan serangan terhadap Iran. Kali ini mereka melakukannya dengan menargetkan berbagai fasilitas sipil, termasuk jembatan, rel kereta api serta instalasi penyulingan air.
Iran mengklaim telah membalas serangan tersebut dengan menghantam infrastruktur sipil di Kuwait. Dampaknya, Otoritas Kuwait meminta masyarakat melakukan penghematan konsumsi listrik.
Menurut Khamenei, tindakan musuh selama beberapa bulan terakhir menunjukkan karakter asli Washington. Amerika menurutnya telah memperlihatkan wajah yang penuh tipu daya, tidak rasional, tidak dapat dipercaya dan memiliki niat jahat terhadap Iran.
Iran di sisi lain diminta tetap mempercayai kepemimpinan negara dalam menghadapi situasi perang. Khamenei juga mengajak rakyat agar tetap waspada dan aktif mendukung pertahanan nasional selama konflik berlangsung.
Laporan yang beredar dalam beberapa hari terakhir juga menyebut adanya kerja sama antara Iran dan Kelompok Houthi di Yaman. Keduanya berdiskusi menegenai potensi untuk menutup jalur strategis Bab al-Mandeb di Laut Merah.
Baca Juga: Ada Upaya Don Ritto Kaburkan Fakta Soal Uang dan Emas 74kg Demi 'Selamatkan' Febrie Adriansyah
Jika benar terjadi, langkah tersebut diperkirakan akan mengganggu distribusi energi global, memicu kenaikan inflasi dunia, sekaligus meningkatkan tekanan terhadap Amerika Serikat.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: