Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Trump: Amerika Akan Balaskan Dendam Tiga Prajurit Korban Serangan Iran

Trump: Amerika Akan Balaskan Dendam Tiga Prajurit Korban Serangan Iran Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump buka suara terkait dengan serangan militer terbarunya ke Iran. Ia menegaskan hal itu merupakan bentuk penghormatan sekaligus balasan atas gugurnya personel militer negaranya dalam konflik yang terus memanas di Timur Tengah.

Trump menyebut serangan terbaru dilakukan untuk mengenang para prajurit yang gugur saat menjalankan tugas. Ia menyampaikan hal tersebut setelah negaranya kembali melancarkan operasi udara terhadap Iran.

Baca Juga: Gegara Blundernya Sendiri, Terbongkar Strategi Hotman Paris untuk Bela Febrie Adriansyah

"Kami menghantam mereka dengan sangat keras lagi malam ini, dan kami melakukan itu untuk menghormati, kemungkinan tiga patriot hebat," kata Trump, dikutip Senin (20/7/2026).

Presiden Amerika itu juga menyampaikan belasungkawa atas jatuhnya korban dari pihak militer Amerika. Menurutnya, para prajurit tersebut gugur dalam upaya memastikan musuh tidak memiliki senjata nuklir yang dianggap sebagai ancaman bagi keamanan Amerika Serikat.

Pernyataan Trump muncul di tengah meningkatnya eskalasi konflik antara Washington dan Teheran. Dalam perkembangan terbaru, militer negara tersebut mengumumkan telah melancarkan serangan terhadap sasaran di Iran.

Menurut Amerika, operasi tersebut difokuskan untuk melemahkan kemampuan militer musuh yang disebut digunakan dalam serangan terhadap kapal-kapal komersial dan pelaut sipil yang melintasi Selat Hormuz.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran energi paling strategis di dunia sehingga setiap gangguan keamanan di kawasan itu berpotensi memengaruhi distribusi minyak global.

Amerika Serikat menilai operasi militer tersebut diperlukan untuk menjaga keamanan jalur pelayaran internasional sekaligus merespons meningkatnya serangan yang dikaitkan dengan Iran.

Pernyataan Trump yang menegaskan serangan dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap tiga prajurit yang gugur memperlihatkan bahwa pemerintahannya belum menunjukkan tanda-tanda akan mengurangi operasi militernya.

Baca Juga: Adu Kasus Ijazah Milik Roy Suryo dengan Jokowi: Ngapain Persoalkan Orang yang Bukan Pejabat?

Sebaliknya, Gedung Putih justru mengisyaratkan bahwa aksi militer akan terus dilanjutkan selama musuh masih dianggap memiliki kemampuan yang mengancam kepentingan Amerika Serikat di Timur Tengah.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar