Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Prajogo Incar Perusahaan Panas Bumi Filipina Lewat BREN, Nilai Transaksi Tembus US$5 Miliar

Prajogo Incar Perusahaan Panas Bumi Filipina Lewat BREN, Nilai Transaksi Tembus US$5 Miliar Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) mengonfirmasi telah mengajukan penawaran untuk mengakuisisi perusahaan panas bumi asal Filipina, Energy Development Corp. (EDC), dengan valuasi ekuitas sekitar US$5 miliar. Jika terealisasi, transaksi tersebut berpotensi menjadi salah satu aksi korporasi energi terbarukan terbesar di Asia dalam beberapa tahun terakhir.

Dalam keterbukaan informasi yang dirilis Rabu (15/7), BREN menyatakan penawaran tersebut bersifat unsolicited, indikatif, dan non-binding. Nilai penawaran tersebut sekaligus mengonfirmasi laporan yang sebelumnya diterbitkan Bloomberg News.

EDC merupakan anak usaha First Gen Corp., salah satu perusahaan energi bersih terbesar di Filipina. First Gen menyatakan penawaran dari BREN masih bergantung pada proses due diligence, penyusunan dokumen transaksi, serta diperolehnya seluruh persetujuan yang dipersyaratkan.

Perusahaan juga menegaskan hingga saat ini belum terdapat pembahasan resmi antara kedua belah pihak, belum ada perjanjian yang ditandatangani, dan First Gen belum menunjuk penasihat (advisor) untuk menangani potensi transaksi tersebut.

Apabila rampung, akuisisi tersebut diperkirakan menjadi salah satu transaksi merger dan akuisisi terbesar dalam sejarah sektor energi Filipina. Berdasarkan data Bloomberg, nilai transaksi itu juga berpotensi menjadi salah satu akuisisi energi terbarukan terbesar di Asia dalam beberapa tahun terakhir.

Rencana ekspansi tersebut langsung mendapat respons positif dari pasar. Saham BREN sempat menguat hingga 4,1% di Bursa Efek Indonesia setelah kabar penawaran akuisisi mencuat. Meski demikian, secara year to date, saham perseroan masih melemah lebih dari 60%, dengan kapitalisasi pasar sekitar US$26 miliar.

Di Filipina, saham First Gen melonjak hingga 33% pada perdagangan intraday di Bursa Efek Manila, mencatat kenaikan harian terbesar sejak perusahaan melantai di bursa pada 2006. Meski kemudian memangkas penguatan, saham First Gen tetap ditutup naik 18%, sehingga mendorong kapitalisasi pasarnya menjadi sekitar US$1,2 miliar.

Bagi BREN, langkah tersebut menjadi bagian dari strategi memperluas portofolio energi terbarukan di kawasan Asia Tenggara. Saat ini, perusahaan yang berada di bawah Barito Pacific Group itu memiliki portofolio pembangkit listrik berbasis panas bumi dan tenaga angin melalui sejumlah entitas anak usaha.

Sentimen tersebut tercermin dalam pergerakan saham BREN dalam sepekan terakhir. Hingga perdagangan Senin (20/7) pukul 11.59 WIB, saham BREN berada di level Rp3.390 per saham atau menguat 3,35% dibandingkan posisi lima hari sebelumnya. Selama periode tersebut, saham BREN bergerak di kisaran Rp3.280-Rp3.510 per saham, dengan kapitalisasi pasar mencapai sekitar Rp453,54 triliun.  

Baca Juga: Daftar 51 Saham HSC yang Dipantau BEI, Ada PGUN, BYAN, hingga BREN

Baca Juga: Grup Prajogo Pangestu Kantongi Dana Rp2,25 Triliun dari Surat Utang

Sementara itu, kepemilikan saham EDC tidak hanya berada di tangan First Gen. Perusahaan juga dimiliki oleh Macquarie Asset Management dan GIC Pte. Ltd., lembaga investasi milik pemerintah Singapura. EDC sendiri telah melakukan voluntary delisting dari Bursa Efek Filipina pada 2018.

First Gen merupakan perusahaan energi yang dikendalikan keluarga Lopez dengan portofolio pembangkit yang mencakup panas bumi, tenaga air, tenaga angin, tenaga surya, serta pembangkit berbahan bakar gas alam. Akuisisi EDC akan memperkuat posisi BREN di bisnis panas bumi regional sekaligus memperluas jejak perusahaan di pasar energi bersih Asia Tenggara apabila transaksi tersebut terealisasi.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri