- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
Pemerintah Cari Titik Temu soal Pengembangan Gas Andaman dan Kepentingan Aceh
Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Pemerintah akan memperkuat sosialisasi pengembangan Blok South Andaman kepada masyarakat Aceh menyusul munculnya permintaan agar proyek tersebut memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi daerah.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Laode Sulaeman, mengatakan pemerintah ingin memastikan masyarakat Aceh memahami rencana pengembangan proyek sekaligus manfaat yang dapat diterima daerah.
“Kita intinya sosialisasikan dulu secara lebih jauh apa yang akan dilakukan untuk memprioritaskan Aceh,” kata Laode.
Menurut Laode, kekhawatiran mengenai pembagian manfaat pengembangan gas Andaman perlu dijawab melalui komunikasi yang lebih terbuka. Pemerintah juga akan melibatkan kalangan akademisi dalam proses tersebut.
“Sore ini saya akan bertemu dengan Rektor Universitas Malikussaleh. Kita mau membuat langkah-langkah sosialisasi yang baik agar masyarakat Aceh paham bahwa salah satu prioritasnya adalah masyarakat Aceh,” ujarnya.
Terkait keinginan agar gas South Andaman diolah di darat, Laode mengatakan pemerintah akan mempertemukan aspirasi masyarakat Aceh dengan rencana pengembangan yang telah tertuang dalam Plan of Development atau PoD.
“Kita kan PoD sudah ada seperti ini. Nanti kita jelaskan win-win solution-nya seperti apa,” katanya.
Laode menjelaskan, jalan tengah yang dimaksud adalah memastikan rencana yang telah disepakati pemerintah, badan usaha, dan kontraktor kontrak kerja sama tetap dapat berjalan tanpa mengabaikan kepentingan Aceh.
“Win-win solution itu artinya apa yang sudah direncanakan pemerintah, badan usaha, dan KKKS dalam PoD dipertemukan dengan keinginan masyarakat agar manfaatnya untuk Aceh memang menjadi prioritas,” ujarnya.
Ia juga membantah anggapan bahwa gas dari Blok Andaman nantinya hanya akan dialirkan ke Pulau Jawa.
“Jangan sampai ada anggapan bahwa nanti gasnya dialirkan ke Jawa. Tidak seperti itu,” kata Laode.
Di sisi komersial, Laode menyebut calon pembeli gas dari Blok Andaman telah tersedia. Salah satu calon pembeli berasal dari badan usaha milik negara di sektor pupuk.
Baca Juga: Hingga April 2026, PGN Salurkan 147 BBTUD Gas Bumi ke Pelanggan Sumatera-Kepri
Baca Juga: ESDM Buka Suara soal BBM Langka di Medan, Ungkap Dugaan Penyebabnya
“Sudah ada. BUMN, salah satunya pupuk,” ujarnya.
Adapun kemungkinan pemanfaatan fasilitas yang telah tersedia di Arun masih akan dikaji lebih lanjut.
“Bisa memanfaatkan yang ada di Arun. Nanti kita lihat,” katanya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: