Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Reli Berakhir! IHSG Ditutup Melemah usai BI Pertahankan BI Rate 5,75%

Reli Berakhir! IHSG Ditutup Melemah usai BI Pertahankan BI Rate 5,75% Kredit Foto: Antara/M Risyal Hidayat
Warta Ekonomi, Jakarta -

Reli panjang Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya terhenti pada perdagangan Rabu (22/7/2026). Setelah mencatat penguatan selama 10 hari bursa berturut-turut dan sempat naik pada awal perdagangan, IHSG berbalik ditutup di zona merah usai Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) di level 5,75%.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup turun 6,54 poin atau 0,09% ke level 6.334,48. Pelemahan tersebut mengakhiri reli indeks yang sebelumnya mendorong IHSG menguat selama dua pekan terakhir.

Padahal, perdagangan dibuka dengan sentimen positif. Hingga sekitar pukul 09.00 WIB, IHSG masih menguat 0,41%atau 26 poin ke level 6.366,01, memperpanjang tren kenaikan menjadi hari ke-10 berturut-turut.

Pada sesi awal, nilai transaksi mencapai Rp162,17 miliar dengan volume 333,51 juta saham dari 39.297 transaksi. Sebanyak 259 sahammenguat, 41 saham melemah, dan 330 saham bergerak stagnan.

Namun, tekanan jual meningkat setelah keputusan Bank Indonesia mempertahankan BI Rate di level 5,75%, sehingga indeks kehilangan penguatan dan berakhir di zona negatif.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup turun 6,54 poin atau 0,09% ke level 6.334,48. Menjelang penutupan perdagangan, tekanan jual meningkat sehingga indeks berbalik ke zona merah.

Aktivitas perdagangan tercatat cukup ramai dengan nilai transaksi mencapai Rp18,38 triliun, volume perdagangan 44,44 miliar saham, dan frekuensi transaksi sebanyak 2,7 juta kali.

Sebanyak 281 saham ditutup menguat, 367 saham melemah, dan 317 saham stagnan.

Dalam risetnya, Phintraco Sekuritas menilai pelaku pasar juga mencermati prospek pertumbuhan kredit nasional. Pertumbuhan kredit pada Juni 2026 diperkirakan melambat menjadi sekitar 9% secara tahunan (year-on-year/YoY)dibandingkan 11,51% YoY pada Mei 2026.

Meski IHSG terkoreksi, Phintraco menilai secara teknikal indeks masih memiliki peluang melanjutkan penguatan. Hal itu didukung posisi indeks yang masih bertahan di atas level psikologis 6.300, sementara histogram Moving Average Convergence Divergence (MACD) masih berada di area positif.

"IHSG berpeluang melanjutkan penguatan dengan target menuju area 6.375 hingga 6.400," tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya.

Dari sisi domestik, pelaku pasar juga mencermati langkah pemerintah bersama Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dalam menjaga stabilitas ekonomi pada semester II-2026. Sejumlah kebijakan yang disiapkan antara lain peningkatan penempatan dana pemerintah di perbankan untuk menjaga likuiditas, pemberian insentif berupa diskon biaya transportasi dan kemudahan impor, serta upaya menjaga stabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) dan bahan pangan pokok.

Baca Juga: IHSG Kembali Menguat Selama 10 Hari Beruntun di Awal Perdagangan, Kini ke Level 6.366

Baca Juga: IHSG Berpeluang Lanjut ke 6.700, tapi Investor Tetap Waspada Potensi Koreksi

Baca Juga: IHSG Berpeluang Tembus 6.400 Hari Ini, Simak Sentimen dan Rekomendasi 5 Saham Pilihan

Menurut Phintraco, kebijakan tersebut berpotensi menopang daya beli masyarakat, menjaga aktivitas dunia usaha, serta mendukung pertumbuhan ekonomi hingga akhir tahun.

Selain itu, sentimen positif juga datang dari rencana pemerintah menerbitkan Panda Bonds senilai US$1 miliar pada 23 Juli 2026. Obligasi berdenominasi yuan tersebut telah memperoleh peringkat AAA/Stable dari Lianhe Credit Rating dan menjadi bagian dari strategi diversifikasi sumber pembiayaan pemerintah di luar pasar domestik.

Pasar juga menaruh perhatian terhadap pengesahan Undang-Undang Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) oleh DPR. Regulasi tersebut diharapkan meningkatkan daya tarik Indonesia sebagai pusat keuangan regional sekaligus mendorong masuknya aliran modal asing (capital inflow).

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Dian Ihsan
Editor: Annisa Nurfitri