Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

IHSG Bangkit Kembali, Kini Naik ke Level 6.349,48

IHSG Bangkit Kembali, Kini Naik ke Level 6.349,48 Kredit Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona positif pada pembukaan perdagangan Kamis (23/7/2026). Setelah reli selama sembilan hari berturut-turut berakhir pada sesi sebelumnya, IHSG kembali dibuka di zona hijau.

Mengacu pada data Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga pukul 09.00 WIB, IHSG berada di level 6.349,48. Posisi ini naik 14,90 poin atau sekitar 0,24% dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level 6.334,48.

Sepanjangan sesi pagi, indeks bergerak di level 6.345,65-6.354,21. Sedangkan pada awal pembukaan, indeks bertengger di level 6.346,61.

Di sesi awal pembukaan perdagangan, nilai transaksi BEI mencapai Rp323,487 miliar, dengan volume perdagangan sebanyak 998,816 juta saham yang diperdagangkan dalam 72.534 kali transaksi.

Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 261 saham mencatatkan kenaikan, 131 saham mengalami penurunan, sementara 257 saham bergerak stagnan. 

Berdasarkan riset hariannya, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak pada kisaran support 6.250, pivot 6.300, dan resistance 6.400.

Pada perdagangan Rabu (22/7/2026), IHSG ditutup turun 0,10% ke level 6.334,48. Menurut Phintraco Sekuritas, pelemahan tersebut lebih disebabkan oleh aksi realisasi keuntungan setelah indeks mencatat kenaikan cukup kuat dalam beberapa pekan terakhir.

Dari sisi teknikal, prospek IHSG dinilai masih positif. Indeks masih bergerak di atas garis rata-rata pergerakan (MA5 dan MA20), sementara indikator MACD tetap menunjukkan histogram positif yang mengindikasikan momentum penguatan masih terjaga.

"Dengan kondisi tersebut, IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang 6.280 hingga 6.400 pada perdagangan hari ini," tulis Phintraco Sekuritas.

Salah satu sentimen utama datang dari keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) di level 5,75%. Keputusan tersebut berada di bawah ekspektasi pasar yang sebelumnya memperkirakan BI akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 6%.

Selain mempertahankan BI Rate, BI juga tetap menjaga suku bunga Deposit Facility di level 4,75% dan Lending Facility sebesar 6,50%.

Phintraco Sekuritas menilai keputusan BI menunjukkan keyakinan bahwa stabilitas nilai tukar rupiah dan inflasi masih terjaga, sehingga ruang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi domestik tetap terbuka. Di saat yang sama, BI juga memperluas berbagai kebijakan insentif untuk menarik arus masuk investasi portofolio asing dan memperkuat stabilitas pasar keuangan.

Baca Juga: Saham Grup Barito Terbang, Prajogo Pangestu Rebut Lagi Takhta Orang Terkaya Indonesia

Baca Juga: BEI Pantau Keras Saham JELI Akibat Anjlok Parah

Baca Juga: BEI Gembok Kembali Saham AGAR Akibat Naik Signifikan

Di sektor perbankan, pertumbuhan kredit nasional juga menunjukkan perbaikan. Hingga Juni 2026, kredit tumbuh 12,67% secara tahunan atau year-on-year (yoy), meningkat dari 11,51% pada Mei 2026 dan menjadi laju pertumbuhan tertinggi sejak April 2024.

"Kenaikan tersebut ditopang oleh pertumbuhan kredit investasi sebesar 24,9%, kredit modal kerja sebesar 8,94%, serta kredit konsumsi sebesar 5,75%," ungkap Phintraco Sekuritas

Menurut Phintraco Sekuritas, kondisi industri perbankan nasional masih tergolong kuat meski ketidakpastian ekonomi global masih tinggi. Hal itu didukung oleh permodalan yang solid, risiko kredit yang tetap terkendali, serta likuiditas yang memadai.

BI juga memperkirakan pertumbuhan kredit sepanjang 2026 tetap berada di kisaran 8%–12%, didukung oleh fasilitas kredit yang belum dicairkan (undisbursed loan) sebesar Rp2.490 triliun, atau sekitar 21,52% dari total plafon kredit.

"Meskipun BI Rate telah naik kumulatif 100 basis poin sejak Juni 2026, pertumbuhan kredit tetap menunjukkan peningkatan," tulis Phintraco Sekuritas.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Dian Ihsan
Editor: Annisa Nurfitri