Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

PiBo Literaton Cetak 1.000 Pembaca Kritis Demi Indonesia Emas 2045

PiBo Literaton Cetak 1.000 Pembaca Kritis Demi Indonesia Emas 2045 Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Bertepatan dengan momentum Hari Anak Nasional 2026, sinergi lintas sektor yang menghubungkan pemerintah, pelaku industri teknologi pendidikan, komunitas, hingga sektor korporasi dinilai menjadi kunci utama dalam memperkuat fundamental sumber daya manusia Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045.

Merespons kebutuhan peningkatan kualitas literasi nasional, PT PiBo Media Anak menyuarakan urgensi kolaborasi strategis melalui ajang dialog bertajuk "Literasi Tumbuh dari Akar: Ketika Kolaborasi Bermakna Menggerakkan Perubahan" yang digelar di Perpustakaan Jakarta, Taman Ismail Marzuki.

Co-founder PiBo, Aisha Habir, menegaskan bahwa tantangan pembangunan literasi dan kualitas pendidikan nasional tidak dapat ditanggung oleh satu entitas saja, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif ekosistem publik dan swasta.

"Sejak awal perjalanan di literasi, kami tidak pernah sendirian, apalagi di pendidikan. Jika mengibaratkan ekosistem mitra dampak di pendidikan dan literasi, saya selalu teringat peribahasa ini: Berat sama dipikul, Ringan sama dijinjing. Kondisi literasi anak Indonesia menjadi tanggung jawab bersama sesuai perannya masing-masing, namun beban ini akan terasa lebih ringan dengan kita berbagi," ujarnya.

Baca Juga: Prabowo: Indonesia Juara Utama Digitalisasi Pendidikan PBB, Kita Diakui Dunia

Semangat sinergi publik dan swasta ini sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang mengusung prinsip Partisipasi Semesta demi mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua. Dalam kerangka kerja ini, pelibatan dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) dan kemitraan pembangunan menjadi salah satu pilar krusial.

Direktur Guru Pendidikan Dasar Kemendikdasmen, Dr. Drs. Rachmadi Widdiharto, M.A., mempertegas bahwa keberagaman tantangan pendidikan di Indonesia menuntut orkestrasi yang terintegrasi antara regulasi pemerintah dan eksekusi di lapangan.

“Perubahan memerlukan partisipasi semesta. Kemendikdasmen juga sedang menggaungkan Partisipasi Semesta Pendidikan Bermutu. Di Indonesia itu kaya akan keragaman, sehingga kita masing-masing bisa saling melengkapi dengan kelebihan yang dimiliki untuk bisa bersama mengorkestrasi sebuah sistem yang terus bertumbuh untuk Pendidikan Indonesia dan menghadapi tantangan bersama," jelasnya.

Inisiatif tahunan PiBo Literaton terbukti menjadi model kolaborasi yang berhasil mengombinasikan akses teknologi digital, pelatihan tenaga pendidik, dan pendampingan siswa. Didukung oleh mitra korporasi seperti PT Valbury Asia Futures dan PT BFI Finance Indonesia Tbk, program PiBo Literaton 2025/2026 berhasil menjangkau 1.000 siswa kelas 4 SD dan memfasilitasi pelatihan bagi 40 guru di 20 sekolah wilayah Banten dan Jawa Barat.

Selama enam bulan pelaksanaan, program ini membukukan 5.639 jam membaca dengan total 32.896 buku digital yang diakses, di mana 75 persen di antaranya diselesaikan hingga tuntas. Siswa juga mencatatkan durasi rata-rata membaca selama 19 menit per hari, melampaui tolok ukur harian nasional sebesar 15 menit.

Head of CSR PT BFI Finance Indonesia Tbk, Nindita Putri, menggarisbawahi bahwa keterlibatan korporasi dalam program literasi anak merupakan bentuk investasi jangka panjang dalam membangun modal manusia yang berdaya saing global, dengan menegaskan kuncinya adalah komitmen untuk bergerak dan berdampak secara berkelanjutan dan saling dukung.

Baca Juga: Soroti Draf RUU Sisdiknas Terbaru, P2G Sebut Penghapusan Komite Sekolah hingga LPTK Sebagai Pelemahan Pendidikan

Dari sisi akar rumput, Ketua Umum Semua Murid Semua Guru, Marsya Nurmaranti, menekankan bahwa penyediaan akses buku harus diiringi pendampingan.

“Praktik literasi memang tidak bisa hanya di satu lapisan saja kak, dan harus dilakukan sampai ke lingkungan yang paling dekat dengan anak yaitu lingkungan keluarga. Di mana akhirnya mulai dari perubahan-perubahan kecil menjadi budaya," ungkap Marsya.

Praktik baik ini dirasakan langsung di tingkat sekolah oleh Agung Sugandi, guru SDN Sukasirna Cilaku Cianjur yang didapuk sebagai pemenang Sekolah Berbudaya Literasi.

“Alhamdulillah berkat kolaborasi semua guru di sekolah dan yang terpenting pimpinan sekolah yang mendukung... Siapa lagi yang memajukan pendidikan Indonesia kalau bukan kita," tutur Agung.

Memasuki siklus program PiBo Literaton 2026/2027, PT PiBo Media Anak kembali membuka peluang kemitraan dampak bagi pelaku industri, korporasi, lembaga donor, dan instansi pemerintah.

Langkah berkelanjutan ini diharapkan dapat memperluas jangkauan beasiswa literasi digital serta mengakselerasi lahirnya generasi pembaca kritis sebagai pondasi pertumbuhan ekonomi dan sosial Indonesia di masa depan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Istihanah
Editor: Istihanah