Berseteru dengan Sarwendah, Ruben Onsu: Kesalahan Terbesar Saya Adalah...
Kredit Foto: Instagram/ruben_onsu
"Saya berpikir semuanya akan berhenti dengan sendirinya dan keadaan akan membaik. Namun kenyataannya justru semakin berlanjut. Bahkan ketika sedang live, selalu ada saja pembahasan yang mengarah dan memberikan kesan kurang baik terhadap saya. Maka dari itu, yang saya lakukan hanyalah meluruskan berdasarkan pernyataan-pernyataan yang sudah ada," sambung dia.
Meski memberikan klarifikasi, Ruben menegaskan dirinya tidak pernah memiliki niat untuk menyerang ataupun memojokkan Sarwendah. Ia menyebut semua yang disampaikannya hanya bertujuan meluruskan informasi berdasarkan jejak digital dan pernyataan yang pernah disampaikan sebelumnya.
"Tidak ada niat saya untuk memojokkan klien Bapak. Yang saya lakukan hanya menjawab dan meluruskan berdasarkan jejak digital serta pernyataan-pernyataan yang pernah disampaikan oleh klien Bapak," ungkap Ruben.
Ia juga mengaku telah merasakan perubahan sikap anak-anaknya dalam beberapa waktu terakhir. Sebagai orang tua, Ruben mengaku memahami perubahan tersebut, namun menegaskan hal itu bukan berarti kasih sayang anak-anak kepadanya telah hilang.
"Saya sebenarnya sudah mengetahui seperti apa reaksi anak saya. Dan bukan berarti nanti anak saya tidak sayang, tetapi sejak beberapa waktu lalu saya sudah melihat adanya perubahan reaksi dari anak saya yang berbeda. Saya sebagai orang tua tentu bisa merasakan dan memahami hal tersebut," tulisnya.
Sebelumnya, kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, mengingatkan agar pihak Ruben tidak terus memojokkan kliennya. Menurut Chris, kondisi tersebut dikhawatirkan akan berdampak pada hubungan Ruben dengan anak-anak mereka.
Baca Juga: Sarwendah Merasa Dipojokkan, Ruben Onsu: Apakah Saya Harus Terus Diam?
"Mungkin ini buat masukan juga kepada kuasa hukum RO, bahwa semakin ibunya anak-anak ini terus dipojokkan, disakiti, kita sebagai seorang anak pasti akan membela mati-matianlah ibu kita," kata Chris Sam Siwu di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (22/7).
Ia juga mengingatkan bahwa framing negatif terhadap Sarwendah berpotensi memengaruhi pandangan anak-anak terhadap ayah mereka.
"Jadi hati-hati juga kalau nanti terus-terusan di-framing, dibalikkan, diputarbalikkan sesuatu yang enggak benar, membuat klien kami terus menangis, dan anak-anaknya melihat. Anak-anaknya juga makin tidak sayang nanti dengan orang yang memojokkan klien kami," ujarnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: