Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Industri Manufaktur Tumbuh 5,32 Persen pada Kuartal II-2026, Lampaui Laju Ekonomi Nasional

Industri Manufaktur Tumbuh 5,32 Persen pada Kuartal II-2026, Lampaui Laju Ekonomi Nasional Kredit Foto: Mochamad Ali Topan

Impor Masih Jadi Tantangan

Di tengah kinerja tersebut, Kementerian Perindustrian menilai konsumsi masyarakat masih terjaga. Salah satu indikatornya adalah impor barang konsumsi yang tumbuh 27,15 persen secara tahunan.

Menurut Agus, kenaikan impor mencerminkan permintaan domestik yang masih kuat. Namun, kondisi tersebut juga menunjukkan kebutuhan bahan baku maupun komponen tertentu masih belum sepenuhnya dapat dipenuhi industri dalam negeri.

"Pertumbuhan konsumsi masyarakat merupakan sinyal positif bagi dunia industri karena menunjukkan permintaan domestik yang tetap kuat. Namun, kita juga harus menjadikan kenaikan impor barang konsumsi sebagai momentum untuk mempercepat penguatan struktur industri nasional agar semakin banyak kebutuhan pasar domestik dapat dipenuhi oleh produk dan bahan baku dari dalam negeri," ujarnya.

Ia menambahkan, penguatan industri penyedia bahan baku masih diperlukan agar ketergantungan terhadap impor dapat dikurangi sekaligus memperdalam struktur industri nasional.

Baca Juga: Manufaktur RI Keluar dari Zona Kontraksi, PMI Naik ke Level 50,2

Di sisi lain, Agus mengakui komponen net ekspor masih memberikan andil negatif sebesar 0,78 persen terhadap pertumbuhan ekonomi pada triwulan II-2026. Karena itu, pemerintah akan terus mendorong peningkatan produktivitas industri, hilirisasi, diversifikasi produk bernilai tambah, serta perluasan pasar ekspor untuk memperkuat daya saing manufaktur.

Data Kementerian Perindustrian juga menunjukkan sektor industri pengolahan masih menjadi salah satu penyerap tenaga kerja terbesar di Indonesia. Hingga Mei 2026, sektor ini menyerap 13,53 persen dari total 148,19 juta penduduk yang bekerja.

"Selain menghasilkan nilai tambah dan meningkatkan daya saing nasional, sektor ini juga memberikan kesempatan kerja bagi jutaan masyarakat Indonesia," kata Agus.

Halaman:

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Fajar Sulaiman