Kredit Foto: Dok. BPMI
"Rekomendasi ini didasarkan pada konsep butterfly effect atau efek kupu-kupu, di mana satu keputusan kecil yang diambil dalam konteks yang kurang tepat dapat memicu serangkaian reaksi berantai yang dampaknya jauh melebihi perkiraan awal," tambah Boni.
Menurutnya, seorang pemimpin tidak cukup hanya mengambil keputusan yang sah secara hukum. Pemimpin juga harus mampu membaca momentum politik sekaligus mengantisipasi bagaimana keputusan tersebut dikomunikasikan dan ditafsirkan publik.
Boni menilai penundaan keputusan bukan berarti pemerintah menunjukkan kelemahan. Sebaliknya, langkah tersebut dapat menjadi bentuk kehati-hatian untuk menjaga stabilitas politik dan kepercayaan masyarakat.
"Konsep "efek kupu-kupu" dalam konteks ini merujuk pada potensi dampak yang tidak proporsional dan tidak terduga dari satu keputusan administratif terhadap keseluruhan sistem kepercayaan publik dan stabilitas politik," ucap dia.
Di sisi lain, Boni menegaskan bahwa pergantian Kapolri merupakan bagian dari hak prerogatif Presiden dan kewenangan tersebut memiliki dasar konstitusional. Namun, ia mengingatkan bahwa kewenangan tersebut perlu dijalankan dengan mempertimbangkan konteks politik yang sedang berlangsung.
"Hak prerogatif presiden memang tidak perlu dipertanyakan, itu konstitusional tetapi konteks pelaksanaannya sangat menentukan bagaimana keputusan tersebut akan diterima dan ditafsirkan oleh publik," tuturnya.
Ia menambahkan, meskipun polemik kasus korupsi yang melibatkan mantan petinggi kejaksaan mulai mereda, bukan berarti seluruh persepsi yang muncul di masyarakat telah hilang. Sebagian masyarakat masih dapat melihat kebijakan pemerintah di sektor penegakan hukum melalui kacamata penuh kecurigaan.
"Dalam atmosfer seperti ini, setiap langkah eksekutif yang bersentuhan dengan institusi penegak hukum akan cenderung dibaca melalui lensa kecurigaan. Pemerintahan yang kuat bukan hanya yang mampu bertindak, tetapi yang mampu mengelola narasi di sekitar tindakannya," lanjut Boni.
Karena itu, menurut Boni, pembahasan mengenai pergantian Kapolri seharusnya tidak hanya berkutat pada siapa sosok yang akan mengisi posisi tersebut. Momentum dan situasi politik saat keputusan diambil juga menjadi bagian penting yang tidak bisa diabaikan.
"Bagi seorang presiden yang sedang membangun fondasi pemerintahannya, menjaga kredibilitas dan kepercayaan publik adalah investasi jangka panjang yang tidak ternilai harganya," tutupnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: