Kredit Foto: Instagram/Amien Rais
Ketua Dewan Pertimbangan Partai Ummat Amien Rais meminta Presiden Prabowo Subianto tidak terlalu dekat dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Amien menilai Prabowo perlu berhati-hati dalam membangun hubungan politik dengan Trump. Menurut dia, Trump merupakan sosok yang kontroversial dan dinilainya memiliki kedekatan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Amien menyampaikan pandangan tersebut dengan mengingatkan para pemimpin di negara demokrasi agar terbuka terhadap kritik dari masyarakat.
"Di negara demokrasi yang presidennya kementus atau sombong seperti Donald Trump yang tidak mau mendengar suara rakyatnya dan merasa omniscience tahu segala-galanya, otomatis akan kehilangan dukungan rakyatnya," kata Amien dalam chanel Youtube-nya.
Menurut Amien, posisi politik Trump dapat melemah apabila terus mengabaikan kritik publik. Ia juga menyoroti hubungan Trump dengan Netanyahu dalam konteks konflik Israel-Palestina.
Mantan Ketua MPR RI itu menilai Trump memiliki keterlibatan yang jauh dalam kebijakan terkait konflik tersebut. Ia juga menyebut adanya tudingan terhadap Trump terkait dukungannya kepada pemerintahan Israel.
"Posisi politik Trump akan jadi lemah apalagi tidak bisa melepaskan rangkulan maut Benjamin Netanyahu," ujarnya.
Amien kemudian meminta Prabowo tidak berlebihan dalam membangun kedekatan dengan Trump. Ia menyoroti sejumlah pertemuan dan komunikasi antara kedua pemimpin tersebut.
"Pertemuan Prabowo dengan Trump paling tidak tercatat tiga kali, sementara pembicaraan lewat telepon tercatat beberapa kali," kata Amien.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat