Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Siapa Pemilik Sefas Group? Perusahaan Lokal yang Beli Seluruh SPBU Shell di Indonesia

Siapa Pemilik Sefas Group? Perusahaan Lokal yang Beli Seluruh SPBU Shell di Indonesia Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Sefas Group resmi mengakuisisi 100% bisnis stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Shell di Indonesia. Transaksi yang masih menunggu persetujuan regulator itu akan menjadikan perusahaan lokal tersebut sebagai pemilik baru seluruh jaringan SPBU Shell di Indonesia, sementara merek Shell tetap digunakan melalui skema lisensi.

Sefas Group bukan pemain baru di ekosistem bisnis Shell di Indonesia. Perusahaan memulai usahanya melalui PT Sefas Pelindotama yang berdiri pada 1997 sebagai distributor resmi pelumas Shell Indonesia dengan fokus pada sektor pertambangan dan industri.

Berawal dari Distributor Resmi Pelumas Shell

PT Sefas Pelindotama menjadi cikal bakal lahirnya Sefas Group. Dari Balikpapan, perusahaan memperluas jaringan distribusi ke berbagai kawasan industri di Kalimantan, meliputi Banjarmasin, Samarinda, Berau, dan Tarakan. Perusahaan juga memiliki gudang pendukung di Surabaya serta kantor pusat di Jakarta.

Saat ini, Sefas Group didukung lebih dari 20 kantor dan gudang yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia untuk melayani pelanggan dari sektor pertambangan, alat berat, konstruksi, hingga industri lainnya.

Ekspansi grup juga dilakukan melalui pembentukan sejumlah entitas usaha. Berdasarkan profil perusahaan, setelah mendirikan PT Sefas Pelindotama pada 1997, grup ini mendirikan PT Tribina Panutan pada 2005, PT Sefas Keliantama pada 2009, PT Blue Coolant Indonesia pada 2010, PT Cahaya Samoedera Bersaudara pada 2013, PT Energi Hijau Samoedera Bersaudara pada 2019, PT Sinergi Semesta Pratama pada 2022, serta PT Pancaputra Mitratama Mandiri pada 2024.

Siapa Pemilik Sefas Group?

Sefas Group didirikan oleh dua pengusaha Indonesia, Herman Soegeng dan Ricky Roesli.

Herman Soegeng merupakan lulusan Oklahoma State University, Amerika Serikat, dengan gelar Bachelor of Business Administration. Ia mendirikan Sefas pada Oktober 1997 dan kini menjabat sebagai Komisaris Sefas Group.

Sementara itu, Ricky Roesli menyelesaikan pendidikan sarjana di California State University, Fresno, kemudian meraih gelar Master of Business Administration (MBA) dari City University, Seattle pada 1995. Saat ini, Ricky menjabat sebagai Direktur Utama Sefas Group.

Selain Herman Soegeng dan Ricky Roesli, jajaran direksi Sefas Group terdiri atas Kezia Roesli, Hartono, Yulia Trifena, dan Haris Wijono.

Baca Juga: Shell Angkat Kaki dari Indonesia, Jual Seluruh SPBU ke Sefas Group

Baca Juga: Akuisisi Nobi Rampung, Bybit Indonesia Bidik 20% Volume Perdagangan Kripto RI

Akuisisi bisnis SPBU Shell menjadi langkah ekspansi terbesar Sefas Group sejak perusahaan berdiri hampir tiga dekade lalu. Sebelumnya, bisnis grup lebih banyak berfokus pada distribusi pelumas Shell dan pengembangan sejumlah perusahaan di sektor pendukung energi dan industri.

Berdasarkan pengumuman Shell Indonesia, setelah transaksi rampung, operasional SPBU akan tetap berjalan seperti biasa. Pelanggan tetap dapat menggunakan layanan dengan merek Shell melalui perjanjian lisensi merek, sementara penyelesaian transaksi ditargetkan berlangsung pada tahun ini setelah memperoleh persetujuan regulator.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri

Tag Terkait: