Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

BI Gelar KKI 2026, 550 UMKM Ramaikan Pameran Produk Kreatif Indonesia

BI Gelar KKI 2026, 550 UMKM Ramaikan Pameran Produk Kreatif Indonesia Kredit Foto: Ilham Nurul Karim
Warta Ekonomi, Jakarta -

Produk kreatif dari berbagai daerah kembali mendapat panggung di Jakarta. Bank Indonesia (BI) resmi menggelar Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, pada 20-23 Agustus 2026.

KKI tahun ini mengusung tema “Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing” dengan Aceh sebagai tematik wilayah. Gelaran tersebut membawa semangat “Beudaya Meusare-sare”, yang berarti berdaya bersama-sama.

Pejabat Gubernur Sementara BI Destry Damayanti mengatakan KKI menjadi salah satu wadah untuk memperkuat kolaborasi dalam pengembangan UMKM, sekaligus membuka peluang yang lebih luas bagi produk-produk lokal untuk dikenal pasar.

"Budaya meusare-sare, berdaya bersama-sama. Jadi dari temanya saja sudah mencerminkan bahwa mari kita berdaya bersama-sama untuk meningkatkan UMKM Indonesia yang sehat dan kuat dan mempunyai daya saing," kata Destry saat membuka KKI 2026 di JCC Senayan, Kamis (20/8/2026).

Pameran KKI 2026 diikuti lebih dari 550 UMKM secara fisik. Produk yang ditampilkan pun beragam, mulai dari wastra, fesyen, aksesori, home decor, kopi, makanan dan minuman olahan, hingga produk kreatif dari desa wisata.

Jumlah tersebut meningkat dibandingkan KKI 2025 yang diikuti 362 UMKM secara luring. Sementara itu, pameran daring tahun ini melibatkan lebih dari 1.300 UMKM dari seluruh Indonesia, naik dari lebih dari 1.100 UMKM pada penyelenggaraan tahun lalu.

Tak hanya pameran, BI juga menyiapkan 44 rangkaian kegiatan selama empat hari pelaksanaan KKI 2026. Salah satunya adalah business matching yang mempertemukan pelaku UMKM dengan calon pembeli, termasuk untuk kebutuhan pembiayaan, ekspor, dan rantai pasok.

Langkah tersebut diharapkan membantu UMKM memperluas pasar, tidak hanya mengandalkan konsumen domestik tetapi juga membuka peluang masuk ke pasar global.

Angkat Produk dan Kreativitas Aceh

Aceh menjadi wilayah tematik dalam KKI tahun ini. BI menampilkan beragam potensi daerah tersebut, termasuk produk fesyen, kerajinan, serta berbagai komoditas unggulan UMKM.

Pemilihan Aceh juga berkaitan dengan upaya mendorong kebangkitan UMKM di wilayah yang terdampak bencana alam. Selain Aceh, BI turut memberikan perhatian kepada UMKM di sejumlah wilayah Sumatera dan Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menghadapi dampak bencana.

Destry mengatakan pemilihan Aceh bukan sekadar untuk memperkenalkan produk lokal, tetapi juga menjadi bentuk dukungan terhadap pelaku UMKM di wilayah tersebut yang sempat menghadapi dampak bencana banjir.

"Kami coba mengangkat kembali mental mereka, semangat mereka, bahwa masih ada yang melihat dan peduli dengan mereka," ujar Destry.

Salah satu produk Aceh bahkan dikenakan Destry saat membuka acara KKI 2026. Ia mengenakan pakaian karya UMKM Aceh sebagai bagian dari upaya memperkenalkan produk kreatif daerah tersebut.

Selain Aceh, BI juga memberikan ruang bagi UMKM dari berbagai daerah lain. Destry menyebut sejumlah UMKM binaan BI di Nusa Tenggara Timur (NTT) juga hadir dalam KKI 2026 meski sebagian pelaku usaha di daerah tersebut turut terdampak bencana gempa.

Baca Juga: Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.840 per USD, Ditopang Keputusan BI Rate

Baca Juga: OJK: SBN Tetap Dominasi Investasi Dana Pensiun Meski BI Rate Naik

Baca Juga: Emiten Milik Haji Isam Bantah Akuisisi 62,25 Saham BYAN

KKI 2026 Bukan Hanya Sekadar Pameran

KKI 2026 tidak hanya diarahkan sebagai ajang pamer produk. BI juga membawa agenda penguatan ekosistem UMKM, mulai dari akses pasar, pembiayaan hingga digitalisasi.

Tahun ini, KKI memasuki penyelenggaraan ke-11 dengan lima aspek kebaruan. Di antaranya program berdampak nyata melalui CANGKIR BARISTA dan CITRA NUSA, perluasan kolaborasi, penguatan ekosistem rantai nilai, inovasi generasi muda untuk produk lokal, serta penerapan prinsip keberlanjutan.

Untuk aspek keberlanjutan, BI menghadirkan konsep KKI Bijak dengan prinsip zero emission dan zero waste to landfill, sekaligus mengembangkan zona hijau di area penyelenggaraan.

Destry mengatakan BI terus mendorong UMKM agar bisa naik kelas melalui kolaborasi dengan berbagai kementerian, lembaga, perbankan, serta pelaku industri lainnya. KKI 2026 sendiri melibatkan 27 kementerian dan lembaga serta 34 mitra strategis.

Upaya tersebut penting mengingat UMKM memiliki peran besar dalam perekonomian nasional. Berdasarkan data BI, jumlah pelaku UMKM di Indonesia mencapai sekitar 64 juta, menyerap 97% tenaga kerja, serta berkontribusi lebih dari 60% terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional.

Dalam acara tersebut, BI juga menyoroti pemanfaatan QRIS sebagai salah satu instrumen untuk mendukung transaksi UMKM. BI sebelumnya memperluas kebijakan MDR QRIS 0% untuk transaksi hingga Rp100.000 pada seluruh kategori merchant. Sementara untuk usaha mikro, MDR 0% tetap berlaku untuk transaksi hingga Rp500.000.

Selain QRIS, BI turut mendorong penggunaan Kartu Kredit Indonesia (KKI) sebagai alternatif instrumen pembayaran domestik.

Melalui penyelenggaraan KKI 2026, BI tidak hanya ingin mempertemukan UMKM dengan konsumen, tetapi juga memperkuat akses pembiayaan, digitalisasi, rantai nilai, hingga pasar ekspor.

Pada akhirnya, penguatan UMKM diarahkan pada tiga sasaran utama, yakni bangkit dari berbagai tantangan, menjadi lebih tangguh melalui penguatan struktur usaha dan akses pembiayaan, serta semakin berdaya saing lewat inovasi produk dan perluasan pasar.

Dengan begitu, KKI diharapkan tidak berhenti sebagai ajang pameran tahunan, tetapi menjadi salah satu ruang untuk mendorong produk UMKM Indonesia semakin dikenal dan mampu bersaing di pasar domestik maupun global.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Dian Ihsan