Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Prudential Syariah Bayarkan Santunan Rp562 Juta ke Yayasan Pendidikan di Bandung

Prudential Syariah Bayarkan Santunan Rp562 Juta ke Yayasan Pendidikan di Bandung Kredit Foto: Prudential Syariah
Warta Ekonomi, Jakarta -

Manfaat asuransi jiwa syariah senilai Rp562 juta membantu menjaga keberlangsungan operasional sebuah yayasan pendidikan di Bandung yang menaungi sekitar 700 murid setelah pengelola utamanya meninggal dunia akibat kecelakaan pada 2026. Dana santunan tersebut menjadi penopang keberlanjutan kegiatan belajar mengajar sekaligus meringankan beban keluarga yang ditinggalkan.

Penerima manfaat asuransi, Auzar (84), mengaku tidak menyangka harus kembali memikul tanggung jawab mengelola yayasan pendidikan yang selama ini dijalankan bersama keponakan satu-satunya. Selama bertahun-tahun, sang keponakan menangani operasional dan keuangan yayasan, sementara Auzar mendampingi penyelenggaraan kegiatan pendidikan.

Kepergian sang keponakan membuat Auzar sempat khawatir terhadap keberlangsungan yayasan yang telah mereka bangun bersama, mengingat usianya yang tidak lagi muda.

Namun, jauh sebelum musibah tersebut terjadi, sang keponakan yang merupakan nasabah Bank Syariah Indonesia (BSI) telah memperoleh perlindungan asuransi jiwa syariah dari Prudential Syariah melalui proses referral BSI pada Oktober 2025 dan menunjuk Auzar sebagai penerima manfaat.

"Saya baru tahu kalau ternyata keponakan saya sudah memikirkan semua ini sejak lama. Dia khawatir kalau suatu saat dirinya meninggal, saya akan kebingungan, apalagi selama ini dia yang mengatur keuangan yayasan. Saya sudah tua, tapi saya tetap ingin menjaga amanah yang ditinggalkannya," ujar Auzar.

Setelah proses administrasi dan kelengkapan dokumen diselesaikan sesuai ketentuan, Auzar menerima manfaat asuransi dan santunan sebesar Rp562 juta.

Menurut Auzar, dana tersebut tidak hanya memberikan ketenangan bagi dirinya di tengah masa berkabung, tetapi juga membantu menjaga kelangsungan operasional yayasan sehingga proses belajar mengajar tetap berjalan.

"Alhamdulillah, Prudential Syariah sangat membantu saya melewati masa-masa sulit setelah saya ditinggal keponakan. Saya hanya tinggal menyiapkan dokumen yang dibutuhkan. Saya didampingi dari awal sampai akhir, prosesnya juga mudah dan sangat transparan," katanya.

Ia menambahkan manfaat perlindungan tersebut turut memberikan dampak yang lebih luas karena membantu menjaga keberlangsungan pendidikan bagi ratusan siswa di yayasan.

"Yang saya syukuri, manfaat ini tidak hanya membantu saya secara pribadi, tetapi juga anak-anak di yayasan. Kegiatan belajar tetap berjalan. Jadi perlindungan ini benar-benar menyentuh banyak orang, bukan hanya keluarga yang ditinggalkan," ujarnya.

Chief Customer & Marketing Officer Prudential Syariah Vivin Gautama mengatakan perusahaan berkomitmen memastikan manfaat perlindungan dapat diterima oleh keluarga atau pihak yang ditunjuk sebagai penerima manfaat sesuai dengan janji yang telah dipersiapkan peserta.

"Tugas kami adalah memastikan janji seperti itu benar-benar sampai. Ketika seseorang menyiapkan perlindungan bagi yang nomor satu di hatinya, di situlah kami hadir—melindungi yang paling berarti bagi kamu, agar setiap janji bisa jadi nyata," kata Vivin.

Baca Juga: Ekonomi Palopo Tumbuh Positif, Askrindo Siapkan Dukungan Penjaminan dan Asuransi

Baca Juga: Prudential Gelontorkan Klaim Rp18,2 Triliun, Luncurkan Kampanye 'Janji, jadi Nyata'

Baca Juga: Prudential Kantongi Rp5,5 Triliun, Premi Tumbuh 8,2% di Tengah Inflasi Medis

Prudential Syariah menjelaskan manfaat tersebut merupakan bagian dari prinsip ta'awun atau tolong-menolong melalui dana tabarru' dalam asuransi syariah. Skema tersebut memungkinkan peserta saling memberikan perlindungan ketika terjadi risiko sesuai ketentuan polis.

Bagi Auzar, pengalaman tersebut menjadi pengingat pentingnya mempersiapkan perlindungan sejak dini, tidak hanya untuk memberikan ketenangan bagi diri sendiri, tetapi juga demi menjaga keberlangsungan keluarga maupun amanah yang ditinggalkan.

"Saya berharap kisah saya bisa menjadi pengingat bahwa musibah dapat datang kapan saja. Perlindungan yang dipersiapkan sejak dini bukan hanya memberikan ketenangan bagi diri sendiri, tetapi juga menjadi bentuk kasih sayang kepada keluarga dan orang-orang yang kita tinggalkan," tutup Auzar.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri