Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Awak USS Abraham Lincoln Disebut Depresi Setelah 200 Hari di Laut, Keluarga Murka

Awak USS Abraham Lincoln Disebut Depresi Setelah 200 Hari di Laut, Keluarga Murka Kredit Foto: Reuters/Carlos Barria
Warta Ekonomi, Jakarta -

Keluarga prajurit Amerika Serikat yang bertugas di kapal induk USS Abraham Lincoln mengungkap kondisi memprihatinkan selama penugasan di Timur Tengah. Mereka juga mengecam pernyataan Presiden Donald Trump dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth yang membantah laporan tersebut.

USS Abraham Lincoln telah dikerahkan ke kawasan Timur Tengah sejak November 2025 dalam konflik dengan Iran. Perpanjangan masa tugas membuat para awak berada di laut selama lebih dari 200 hari tanpa kunjungan ke pelabuhan.

Pada 20 Agustus 2026, US Central Command mengumumkan USS George Washington tiba di Laut Arab untuk menggantikan USS Abraham Lincoln. Kapal tersebut kini dilaporkan dalam perjalanan pulang menuju San Diego.

Meski pergantian kapal telah dilakukan, sejumlah laporan mengenai kondisi awak terus bermunculan. Media militer Stars and Stripes dan Military Times melaporkan adanya masalah kesehatan mental serta keluhan terkait makanan dan kebutuhan kebersihan.

Tameka Kyles, kakak seorang teknisi senior USS Abraham Lincoln, mengatakan adiknya kehilangan sejumlah momen penting keluarga. Ia bahkan melewatkan wisuda putranya pada Mei akibat perpanjangan masa tugas.

Kyles juga menyebut berat badan adiknya turun sekitar 4,5 hingga 6,8 kilogram. Ia mengaku adiknya kehabisan sabun dan detergen serta menerima makanan yang dinilai tidak layak.

Keluhan serupa disampaikan Cristi McGarey, ibu seorang prajurit berusia 22 tahun di bagian pengiriman barang kapal. Putranya disebut melewatkan pernikahan kakaknya dan mengeluhkan gangguan fasilitas air panas serta toilet di kapal.

Pemerintah AS membantah laporan tersebut. Trump menyatakan keluarga prajurit tidak perlu mengkhawatirkan kondisi awak, sementara Hegseth dan pejabat Angkatan Laut AS menilai pemberitaan media telah melebih-lebihkan situasi.

Baca Juga: Masa Tugas Awak USS Abraham Lincoln Tembus 260 Hari, Trump: Belum Cukup Lama

Pernyataan tersebut memicu kemarahan keluarga awak. "Presiden tidak berhak memberi tahu saya bagaimana perasaan saya tentang hal itu," tegas McGarey.

Senator AS Richard Blumenthal mengatakan dirinya menerima laporan mengenai kelangkaan makanan, air bersih, sabun, hingga pasta gigi di kapal tersebut. Ia juga mengkhawatirkan kondisi kesehatan mental awak USS Abraham Lincoln kembali terjadi pada prajurit USS George Washington.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy

Tag Terkait: