Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Roy Suryo: Sejak Awal Jokowi Sendiri yang Bikin Panjang Kasus Ijazah

Roy Suryo: Sejak Awal Jokowi Sendiri yang Bikin Panjang Kasus Ijazah Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Polemik dugaan ijazah palsu yang menyeret sejumlah pihak belum juga mereda. Tersangka dugaan fitnah ijazah palsu, Roy Suryo, justru membantah tudingan bahwa dirinya sengaja memperpanjang perkara dengan mengajukan praperadilan berkali-kali.

Roy malah mengarahkan sorotan kepada Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Menurutnya, persoalan yang kini terus bergulir tersebut sejak awal menjadi panjang karena sikap Jokowi sendiri.

"Siapa yang bikin panjang? Ya, sejak awal Jokowi sendiri yang bikin panjang," kata Roy dalam keterangannya, dikutip Senin (24/8/2026). 

Baca Juga: Ketum Projo Budi Arie: Kalau Jokowi Jadi Ketua PSI, Pasti...

Roy menilai polemik tersebut sebenarnya bisa berakhir lebih cepat apabila dokumen pendidikan yang dipersoalkan ditunjukkan sejak awal. Ia kemudian membandingkan persoalan ijazah Jokowi dengan pengalaman sejumlah tokoh yang pernah diminta menunjukkan dokumen pendidikan mereka.

Salah satu nama yang disebut Roy adalah Arsul Sani. Ia menilai ketika dokumen pendidikan dipertanyakan, persoalan dapat dijawab dengan menunjukkan dokumen yang dimaksud.

"Kalau mau dari awal, udah banyak contohnya. Arsul Sani ditanya ijazahnya, tunjukkan," ujarnya.

Roy juga membawa contoh mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama. Saat itu, Obama pernah menghadapi teori konspirasi birther yang mempersoalkan tempat kelahirannya dan menuding dirinya tidak lahir di Amerika Serikat sehingga dianggap tidak sah menjadi presiden.

Untuk meredam isu tersebut, Obama akhirnya merilis salinan resmi akta kelahirannya kepada publik pada 2011. Roy menilai langkah semacam itu dapat menjadi contoh bagaimana sebuah polemik dokumen seharusnya diselesaikan.

Baca Juga: Tertular Roy Suryo, Kubu Jokowi Sebut Dokter Tifa Mulai Ketakutan Hadapi Kasus Ijazah

Menurut Roy, apabila dokumen yang dipersoalkan diperlihatkan sejak awal, perdebatan tidak perlu berlangsung berlarut-larut. Ia pun menyindir berbagai kegiatan reuni yang dikaitkan dengan Jokowi.

"Perkara orang-orang masih ribut, ya silahkan aja. Jadi kalau ditunjukkan, dia nggak perlu bikin reuni-reunian," lanjutnya.

Roy menyinggung kegiatan reuni UGM yang menurutnya berkaitan dengan Jokowi. Ia mempertanyakan kehadiran Jokowi dalam kegiatan tersebut sekaligus membandingkannya dengan dirinya yang mengaku rutin hadir.

"Kalau mau datang reuni, reuni UGM, Kagama. Mana pernah dia datang ke Kagama? Nggak pernah datang ke Kagama. Ya, saya selalu datang ke Kagama," ungkap dia.

Tak berhenti di sana, Roy juga menyoroti lamanya proses pemberkasan perkara tersebut. Ia menyebut prosesnya telah berjalan lebih dari 400 hari dan mempertanyakan mengapa waktu yang begitu panjang diperlukan jika persoalan yang diperiksa sebenarnya sederhana.

"400 lebih hari dibutuhkan polisi itu untuk memberkaskan. Mana ada persoalan sebenarnya sederhana?" sebut Roy.

Roy bahkan mengingatkan adanya pernyataan sebelumnya bahwa proses tersebut diperkirakan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar dua bulan. Namun, menurutnya, kenyataan di lapangan berbeda jauh dari perkiraan tersebut.

"Kata polisi dulu katanya ini 2 bulan saja selesai. Nyatanya nggak, karena ya palsu," sambungnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri